Tuesday, January 31, 2012

Kencan Yuk!



Hm. Yang saya sukai ketika pergi kencan: perasaan deg-degannya. Selain mungkin memikirkan baju apa yang akan saya pakai. Apakah saya sudah cukup wangi atau belum? Make-up perlu ditambah atau tidak. Atau perasaan gelisah menghitung jam janjian terus menerus.  

Jika saya sedang berbicara tentang kencan. Saya tidak sedang bicara tentang cinta. Bagi saya cinta dalah bagian besar yang akan dikerjakan setelahnya. Kencan adalah semacam “ajakan” untuk mencari tanggal, membuat janji, dan keluar mencari makan malam yang enak dan mengobrol.

Kalau memang pada kencan pertama nyambung. Mungkin akan dilanjutkan kepada kencan selanjutnya. Tetapi kalau ilfeel, ya akan berhenti sampai di situ. Lalu cinta dimana? Bagi saya cinta baru muncul setelahnya. Cinta akan muncul setelah setelah proses “seleksi hati.” Ada proses percaya pada insight. Ada proses mendengarkan hatimu lebih dalam.  

Setelah itu mungkin akan berlanjut kepada komitmen untuk menikah misalnya. Tapi ketika mengobrol tentang pernikahan. Mungkin terlalu jauh. Duh, saya belum berpikir ke sana. Oke, ralat, berpikir. Hanya saja tidak secepat itu.

Balik lagi kepada kencan. Yang saya selalu suka ketika pergi kencan adalah proses untuk “saling mengenal.” Ada bertemu mata dengan mata. Ada proses cerita panjang lebar dan tertawa bersama. Ini manis bukan? ya. Tapi ini tidak akan membawamu kemana-mana juga.

Sesuatu yang manis di awal itu belum tentu jaminan bahwa selamanya akan manis. 


Kencan yang manis kemudian berlanjut kepada pacaran, lalu menikah. Ada peer yang dikerjakan setiap hari. Ketika mengerjakan peer itu saya tidak mau sinis. Saya hanya percaya bahwa Tuhan mendesain saya dengan cinta yang begitu besar. Saya penuh dengan cintanya. Dan jika saatnya tiba saya akan membagi cinta itu dengan orang yang tepat.

Mungkinkah ini saat yang tepat? Belum tahu. Saya tidak mau sinis. Apalagi sompral. Kadang-kadang saat-saat itu datang dan mengejutkanmu.



“When people get cynical about love, they should look at us [Yoko and John Lennon] and see it is possible.” –Yoko Ono

1 comment:

  1. love comes to those who believe it, gitu kata mba celine dion.
    salam kenal.

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...