Thursday, July 14, 2011

Risiko





Tak ada yang mudah. Setiap perjalanan yang dilalui penuh dengan risiko. Seperti ketika kau tidak membawa payung, mendung hebat, hujan lebat. Kau akan tertahan di kantormu sementara. Risiko tidak dapat disalahkan. Risiko mengikutimu. Ia seperti bayanganmu sendiri.

Ia berjalan kemanapun kau pergi. Kemana hatimu singgah. Walaupun terkadang itu adalah pekerjaan iseng. Risiko tidak pernah iseng menjadi risiko. Ia akan melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Patah hati mungkin adalah risiko ketika mencintai seseorang terlalu. Atau bisa jadi hanya kejadian sederhana, patah hati hanya karena diturunkan dari angkot dan belum sampai ke tempat tujuan.

Tapi pernahkah kau berpikir mencintai tanpa risiko? Jarang sekali. Tapi terjadi. Itu adalah cinta anak-anak. Kau bisa berangkat ke sekolah terburu-buru bawa bekal roti isi dua. Untukmu dan untuknya. Meminjam runcing dan pensil miliknya, sesering mungkin, punyamu sendiri disimpan dalam-dalam di tas. Pura-pura tidak bawa. Bermain dengannya hanya memakai kolor dan kaus dalam tanpa takut diajak ke tempat tidur.

Tapi bahkan mencintai seperti anak kecil pun penuh risiko. Suatu ketika kau harus pindah mengikuti orang tuamu, meninggalkannya. Suatu ketika, kau tidak boleh lagi main ke rumahnya karena mamanya takut, kalian akan main bakar-bakaran. Suatu ketika dia lupa membawa pensilnya dan kau tak bisa meminjamnya lagi.


Bahkan pada cinta yang paling polos sekalipun risiko mengikuti.

Kejam. Tak ada yang sederhana. Tak ada yang hanya polos-polos saja-- mencintai seperti anak kecil, menangis hari ini, tetapi besok bermain lalu jatuh cinta lagi.

Tanpa dendam.

Ruang Siaran. 14 Juli 2011. 17:35 

3 comments:

  1. always sweet as before..
    menangis hari ini,tetapi besok bermain lalu jatuh cinta lagi. amien ^^

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...