Friday, March 18, 2011

Laki-laki asing—mabuk.

weheartit


Begitu detail—saya bisa mengingat segala sesuatu tentang kamu begitu detail. Seakan-akan memang kamu itu terbuat untuk diingat oleh saya dengan detail. Seakan mata saya memang diciptakan untuk menyimpan penggalan-penggalan adegan tentang kamu. Kalaupun saya hendak menceritakan kembali, mungkin bahasa saya tidak cukup indah, terlalu karu-karuan, untuk menggambarkan kamu yang terlalu lurus itu.

Begini saya senang menulis dengan perumpamaan, tapi kali ini saya tidak menemukan perumpamaan yang cocok untukmu. Kita memang berjarak di malam itu, tapi saya mengenal dengan jelas wangi parfummu—bau tubuhmu. Saya tidak pernah menyukai wangi parfum apapun sampai saya bertemu denganmu dan jatuh cinta—begitu mabuk.

Saya gila! karena saya berani mabuk denganmu. Laki-laki dari negeri asing. Laki-laki dengan telinga. Saya mabuk lalu saya marah, kenapa saya bisa mabuk denganmu. Bercinta di malam-malam yang beku. Meleleh, ringsek di antara lipatan-lipatan dahimu. Berakhir dengan menangis tersedu-tersedu sampai tertawa berderai-derai.

Seperti merasa banyak balon warna-warni di hati, atau seperti naik rollercoaster. Atau mungkin mengganti cat kuku ketika bosan. Cepat sekali mabuk cepat sekali bosan. Kemudian kini saya ada di tengah. Entah merasa apa.

Suatu malam setelah kamu mengantarkan saya pulang. Saya duduk lama di atas kasur dengan celana pendek kesukaan saya, kaos gombrang, saya berbicara dengan Tuhan. Bahwa mungkin Tuhan itu sedang ngaco untuk membiarkan saya mabuk denganmu—









1 comment:

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...