Monday, October 25, 2010

Selamat Pagi




Pagi ini aku bangun dan melihat pucuk hujan di balik dedaunan. Kaukah itu di sana yang menghantuiku, wahai hujan. Setelah beberapa lama ini kita tidak bertemu, tampaknya kau luka. Ah bukan, kau terlalu rindu padaku sampai rindu itu melukaimu.

Jangan ngambek kalau rindu padaku. Tidakkah kau tahu, aku terlalu lama menanti di jendela. Aku duduk di sana sampai mengantuk. Menunggu kau lewat, hanya untuk sekedar berpelukan.

Dan sekarang ketika rindu itu melukaimu, kau terlalu banyak mengeluh. Kau bilang aku tak lagi cinta, kau bilang aku begini dan begitu. Kau bilang aku sudah punya orang lain. Kau bilang, ah sudahlah...

Jalanilah kehidupanmu sendiri hujan. Tetaplah jatuh, tetaplah rindu, tetaplah terluka. Karena kalau tidak ada luka, itu bukan cinta. Ya, akhirnya aku menyebutkannya. Aku terlalu lama menunggu dan kini waktuku telah habis.

Hei. Dan sekarang kau bilang “aku yang terluka.”

Sekali lagi aku ulangi hujan, tidak ada cinta yang tidak terluka. Tidak ada rindu yang tidak melukai. Mereka terlalu tajam seperti pisau, dapat membunuhmu.

Hujanilah aku dengan lukamu. Aku anggap itu ucapan "selamat pagi."

3 comments:

  1. Luka-luka yang bikin kuat kayak orang belajar kungfu =)

    ReplyDelete
  2. First, I love your hair Sist! very much! Wish I had courage to make my plain long black hair into something like yours!

    Second, love your writing ;) keep on spread only love :')

    ReplyDelete
  3. Ga ada luka ga belajar...

    ugh.. suka bgt quote terakhir na The!

    Kata Hujan : mari menangis bersama..

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...