Wednesday, October 27, 2010

Lagi

Tidak bisa tidur. Lalu tanganku menuju krusor dan mulai mengetik. Aku ingat dirimu, tadi ketika sedang di jalan. Tiba-tiba. Aku tidak suka dengan ingatan yang tiba-tiba. Raut mukamu sangat jelas. Tatapan matamu. 

Lalu ciuman itu.

Aku membayangkannya, sambil memejamkan mataku sebentar. Kau begitu dekat. Wangimu begitu lekat. Aku selalu menyukai parfummu. Parfum itu pernah menghantuiku di kamar beberapa waktu yang lalu.

Kata beberapa teman, itu artinya kau sedang kangen. Kangen padaku? Benarkah?

Lalu kemudian itu hanya menjadi cerita di hatiku. Kau tahu aku tidak terlalu suka membagi-bagi cerita cintaku kepada siapapun. Kau tahu kan aku selalu menyimpan ceritaku rapat-rapat.

Kalau cerita cinta itu ibarat kue, aku akan memakannya sendiri. Sembunyi-sembunyi. Aku akan menggitnya pelan-pelan, merasakan kenyalnya di sekitar gigiku, menelannya. Merasakan ia begitu lembut turun ke tenggorakanmu. Diam di dalam ususku. 

Terjerembab. Lama di sana. Cerita cintaku tidak akan keluar.

Kau tahu, berapa lama aku mencintaimu. Dua puluh empat jam. Detik demi detik. Dari hujan ke pelangi. Pelangi ke hujan lagi. Tidak atau lebih tepatnya, belum lelah. Suatu hari nanti aku (mungkin) akan lelah. Kalau hari itu telah datang aku tak akan bilang-bilang.

Cinta dan ceritanya itu selalu membuat aku mabuk. Aku mabuk tentangmu. Aku muntah tentangmu. Mabuk lagi tentangmu. Begitu saja. Biarkan berputar, aku suka perputaran ini. Perputaran yang selalu menyandu.

Hei, malam ini aku berdoa untukmu. Aku berdoa, supaya ketika kita berciuman lagi untuk kesekian kalinya. Entah..



Selalu ada wangi cinta di bibirku, yang membuatmu ingin menciumku lagi dan lagi.

2 comments:

  1. keren... dalkem banget ya.. ngena di aku ne..:D

    ReplyDelete
  2. ahey...
    aku akan mengigitnya pelan2, merasakan kenyalnya di sktr gigiku, menelannya!
    visual bgt! ^^
    nice touch the...

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...