Thursday, May 20, 2010

Hujan Pakai Blush-On

Hujan menjemput. Ada yang beda dari wajahnya. Sesuatu. Tapi entah apa. Ketika aku perhatikan, rambut bukan, alis biasa, hidung tidak, lipstik? Hum. Itu bukan lipstik tapi lipgloss. Tetap ada yang beda, tapi apa ya?

Ketika sedang di mobil, ia mencari-cari sesuatu di tas jinjingnya. Jari-jari lentiknya mengaduk-aduk kesana kemari.

“Cari apa sih?” tanyaku penasaran.

“Aduh, kacaku kemana ya? rasanya tadi ada deh, di tas.” Balasnya tidak memandangku sama sekali, masih terus mencari.

Mobil meluncur. Tape mungil di dashboard pelan berjoget, menghentakkan kakinya sendiri.

“NAH! INI DIA. INI YANG AKU CARI.” Teriak hujan tiba-tiba mengagetkanku.

“Apa sih?” tanyaku penasaran sambil melihat ke arah genggaman tangannya.

“Kaca dong, Cin! Mau cek nih blush-on aku masih rata apa tidak.”

Ah! Ternyata itu jawabannya. Sesuatu yang beda itu ternyata: blush-on.

“Kamu pasti pakai yang waterproof ya?” kataku sambil menoyor kepalanya perlahan.

(2010)

1 comment:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...