Friday, May 28, 2010

Hujan Mengantuk

ada hujan mengantuk di jendela
bulirbulirnya menguap lebarlebar
kepingin masuk dan tidur bersama
tapi kau sibuk, mengetik, berkelakar
dengan netbook barumu
hujan mengantuk tapi tak kunjung rebah
menanti katakatamu meliriknya
ia setia mengantuk di jendela
menunggumu, mempersilakan ia masuk
entah sampai kapan

(2010)

2 comments:

  1. Enjoying your poems: simple, direct and soulful!

    ReplyDelete
  2. Hey terima kasih juga Fabian, sudah mengunjungi kami :-)

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...