Thursday, May 27, 2010

Bibir Rasa Awan

langit cerah sekali
seperti baru selesai mandi
mukanya kinclong
wangi pula
aku mau bermain ke langit
nongkrong di perempatan
menunggu hujan lewat
kemudian kita duduk di beranda
berdua saja, menghabiskan bercangkir cangkir
kopi dari awan.
“ah, bibirmu rasa awan, Jan.”

(2010)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...