Friday, May 14, 2010

Bergereja Itu Dimana Saja

kadang saya merasa Tuhan sembunyi.

padahal tidak. Dia ada di dalam kotak kardus mainan yang saya biasa gunakan jadi mobilmobilan jaman saya kecil dulu.

Tuhan juga biasa berbagi sikat gigi dengan saya di kamar mandi, Ia suka memencet odol dari atas, padahal saya yang rapih ini harus dari bawah.

Tuhan suka naik angkot Cicaheum-Ciroyom, duduk di ujung belakang, dengan kaki agak dilipat, sendal jepit berdebu, jeans potong, dan rambut gondrongnya tergerai. MAK! sexy GILA! sementara kupingNya teliti, mendengarkan cerita mbak-mbak di sampingNya yang baru diputusin pacarnya.

perut lapar dan tak punya uang, juga pernah di rasakanNya. itu hal biasa. Ssshhh! diamdiam Tuhan suka puasa juga, kalau tidak punya uang.

kegelisahan, ketakutan----bahkan menangis. bantalNya suka basah, bukan karena mengompol. ehem, tapi menangis semalam suntuk, menemani saya yang tak bisa tidur. besok pagi terpaksa deh mataNya bengkakbengkak.

Tuhan ada di dalam tas punggung saya. notes dan pensil, yang suka saya bawa kemanamana, suka laporan. katanya: notes dan diary saya suka dibacaNya diamdiam.

sebel saya, sama Tuhan. bacabaca tulisan orang. tapi saya senang, kalau hari ini, saya tetap bergereja, walau hanya di dalam ruang siaran.

karena ternyata Tuhan ada di mulut saya: di mic yang saya pakai.

(2010)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...