Friday, May 14, 2010

Sendal Jepit Bulan

: "bulan, cintaku padamu mirip sendal jepit,
tampilannya kucel sederhana,
hanya sembilan ribu perak di kios depan.
tapi tahan lama rentan putus,
empuk buatmu nyaman selalu.
kau bisa memakaiku sesukamu
rasakan pelukanku di antara jempol dan telunjuk kakimu"

malam ini bulan menangis: sendal jepitnya hilang.

(2009)

3 comments:

  1. Kenapa puisimu selalu membuatku tersenyum di akhir kata? *pingsan*

    ReplyDelete
  2. "rasakan pelukanku di antara jempol dan telunjuk kakimu", kalo gag baca yang sebelumnya pasti uda bingung mampus. hehe

    ReplyDelete
  3. #Vie: Awww! terima kasih, blogmu juga bikin saya tersenyum bacanya. #Pingkan: Tapi tetep ngeh kan Dear? :-)

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...