Wednesday, September 21, 2011

Ayah. Daddy. Papa.


Sebagai anak—perempuan—saya terlalu yakin bahwa tidak ada yang akan mencintai kami anak perempuan lebih baik daripada ayah mencintai kami.

Saya punya hubungan lucu dengan ayah. Karena jarak kami yang jauh. Saya di Bandung dan ayah di Ambon. Tetapi ayah seperti selalu ada untuk saya, bahkan di masa-masa yang sulit sekalipun. Ketika cerita maupun tidak cerita, ayah seperti tahu—ia hanya tahu.

Beberapa minggu terakhir ini, saya sedikit rungsing. Sedang mengerjakan beberapa hal yang menumpuk dan mendadak gelisah, sedikit ragu pekerjaan ini bisa selesai apa tidak. Dalam kondisi seperti ini biasanya saya butuh seseorang untuk diajak bicara. Ayah yang terbaik. Kadang kita hanya saling menelepon dan bertukar kabar. Cerita-cerita yang tidak penting seperti kegiatan hari itu. Atau sekedar bertanya “sedang apa.” Sampai urusan pria—saya tahu ayah sangat bisa diandalkan.

Tapi kali ini, saya belum bisa cerita. Ada kondisi yang buat saya harus menahan diri. Mungkin nantinya akan cerita, tapi bukan sekarang. Dan begitulah ayah, ia selalu tahu—ketika saya tidak cerita sekalipun.
Tadi malam seperti tahu—tiba-tiba ayah menelepon dan menanyakan kabar saya. Di telepon ia bertanya  apakah saya baik-baik saja.

“Saya sedang tidak baik ayah. Tapi tenang saja, karena saya akan melewati ini dengan baik.”

Ketika menerima telepon darinya saya katakan bahwa saya baik. Supaya ia tidak perlu kuatir. Tapi ayah pasti tahu ada sesuatu yang tidak beres.

Oh, saya punya ayah yang keren. Love you Daddy!

Kalau sudah begini, tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada ayah. Karena ayah pasti tidak akan buat saya—anak perempuannya patah hati.

Paling tidak saya mengalaminya.

Saya dan ayah sama-sama suka sore. Karena disitulah tempat kita biasa duduk di teras rumah dan bercerita.

Semoga harimu menyenangkan, hey anak-anak perempuan :)

LOVE,
The.

Sultan Agung. 21 September 2011. 12:25—sekarang sering mendung di Bandung ayah.


6 comments:

  1. nice post
    You reminds me of my daddy... :')
    I always said, "I'm a daddy little girl"
    tapi sekarang dia udah gak ada...
    Semoga ayah anda diberi kesehatan selalu, amin
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  2. jadi kangen Papa yang nggak pernah gengsi bilang ke saya "Papa ini sayang kamu", hanya saja saya yang gengsi membalasnya sampai beliau nggak lagi bisa ngucapin itu lagi ke saya ;')

    ReplyDelete
  3. cemburu padamu karena papanya masih bisa menelepon dan menanyakan sesuatu :'( suka notenya :)

    ReplyDelete
  4. nice post ka, love it!
    seandainya aku bisa melakukan hal yang sama seperti ka theo :'(

    ReplyDelete
  5. Nice post :'D

    follow me back, ya :D
    http://ratih-kirana.blogspot.com

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...