Friday, January 10, 2014

Buku Untuk Tabaos (Sumbang Bukumu Untuk Perpustakaan di Ambon)





Ada sebuah kerinduan terhadap Maluku, sebagai tampa putus pusar. Tampa putus pusar atau dengan kata lain adalah tanah kelahiran, selalu punya hubungan yang sifatnya sentimental.

Seperti rahim ibu. Membuat setiap anak yang sudah “keluar” ingin “kembali lagi” untuk melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu di sini bukan hanya perkara, melihat sesuatu yang tidak ada, lalu dibuat ada.

Tetapi melakukan sesuatu di sini adalah bentuk kepedulian untuk melihat potensi yang sudah ada dan membuatnya lebih maksimal lagi. Jika kita amati, perkembangan seni dan anak muda kreatif saat ini di Maluku, khususnya kota Ambon sedang mekar.

Kata lainnya: anak-anak muda Maluku saat ini sedang menancapkan kuku jari mereka kuat-kuat ke tanah. Mereka sedang menggali akar mereka dalam-dalam untuk menanam sebuah identitas yang kuat.

Jika kembali kepada kata “identitas” seharusnya anak-anak muda Maluku mengenal cerita rakyatnya: sejarah cengkih dan pala yang membentuk mereka. Ada pengetahuan dari catatan-catatan perjalanan. Dari buku-buku yang ada di perpustakaan.

Tapi apa yang diharapkan ketika di Maluku, khususnya di kota Ambon sendiri tidak memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai. Dengan buku-buku yang cukup mendukung.

Tentu saja ada beberapa perpustakaan yang cukup mumpuni. Tetapi tidak ada salahnya ada itikad baik untuk menambah perpustakaan di sana. Setelah itu pekerjaan rumah tidak berhenti sampai di situ, karena akan diadakan juga berbagai cara untuk membangun minat baca kepada anak-anak muda Maluku.

Paling tidak, ketika ada fasilitas buku dalam hal ini perpustakaan, pekerjaan rumah untuk kembali kepada identitas yang hilang, bisa diam-diam terjembatani.

Setelah itu, pekerjaan rumah lainnya seperti mengenalkan kembali “catatan perjalanan yang hilang” bisa dengan mudah untuk dilakukan.


Dengan ini, maka perkenalkan #BukuUntukTabaos sebutlah ini adalah sebuah gerakan pengumpulan buku bekas atau baru dengan berbagai genre. Gerakan ini, sementara bermuara di Bandung.  

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...