Thursday, May 3, 2012

Where The Idea Came From





Beberapa kali dipercaya menjadi pembicara di pelatihan menulis kreatif. Membuat saya bertemu dengan beragam pertanyaan dari asal muasal menulis, bagaimana mengembangkan ide-ide kreatif yang muncul, dan bagaimana menangkap ide-ide itu sendiri.

Fakta mengenai sebuah ide adalah kadang ide itu tidak ditangkap. Ide itu memilihmu. Sampai di sini mungkin kamu masih tidak percaya. Tetapi hal itulah yang biasanya saya alami.

Saya punya beberapa tempat dimana, ide biasanya menemukan saya. Saya melihat ide berjalan-jalan dan akhirnya kami berkenalan. Selayaknya orang asing. Tapi akhirnya kami bersalaman. Jika kamu kepengin tahu tempat-tempat itu/bagaimana saya bertemu ide. Ini dia:

kloset.

Saya tidak punya kloset yang bagus. Hal ini juga dikarenakan sampai saat ini saya masih kos dan belum punya rumah sendiri. Tapi kloset di kos termasuk layak untuk duduk di sana berlama-lama.

angkot.

Saya tidak pernah berpikir untuk membeli motor. Karena kesukaan saya sampai saat ini adalah beraktivitas dengan dress lucu. Saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana saya pergi naik motor dengan dress lucu itu. Jadilah saya seringkali naik angkot. Tempat duduk kesukaan saya adalah persis disamping pak supir. Alasannya tak ada. Saya suka saja, karena di sana saya bisa melihat jalan lebih luas.

jalan kaki.

Hidup di kota besar seperti Bandung, terkadang membuatmu lupa untuk berjalan kaki. Tetapi faktanya, di Bandung kamu masih bisa mendapatkan jalan-jalan ramah yang masih bisa dipakai untuk jalan kaki. Dan di sana saya biasa bertemu dengan ide yang banyak sekali.

melamun.

Saya tidak tahu denganmu. Tapi saya biasa melakukannya. Orang-orang yang dekat dengan saya suka sekali memergoki saya sedang melamun. Entahlah pada dasarnya mungkin karena saya suka sekali berkhayal.

melihat-lihat sesuatu yang berwarna.

Ada kalanya saya menyukai sesuatu yang hitam putih. Tapi kebanyakan saya menyukai sesuatu yang berwarna. Ini bisa saya lakukan dengan mix and match baju yang warna-warni. Buka-buka majalah. Atau pergi ke tempat toko mainan anak-anak. Di sana saya akan melihat banyak sekali warna. Dan biasanya ide akan muncul.

kafe. sendirian.

Mungkin kamu punya beberapa kafe favorit yang biasanya kamu datangi dengan teman-temanmu. Tetapi jika ada ide yang hendak saya temui. Saya tidak pernah keberatan untuk menemui ide itu sendirian. Duduk di pojok kafe. Dan mulai menulis di sana.

halaman belakang kos.

Bersyukur saya memiliki kos dengan pekarangan yang sangat luas. Dan memang inilah salah satu syarat saya memilih kos. Ya, saya pemilih. Saya biasa menulis berjam-jam di sana karena banyak sekali pohon rindang. Dan bau rumput. Entahlah tapi saya suka sekali suasana itu.

pic dari the sartorialist.

dan pantai

Saya suka sekali ombak dan suasananya. Ombak-ombak itu seperti gulungan kata-kata.

Kamu sendiri bagaimana?

4 comments:

  1. kalau aku, sering dapet ide pas lagi melamun :D

    ReplyDelete
  2. 75% kloset mbak, dan melamun di kasur, tepatnya ketika sangat ngantuk tapi belum bisa tidur. idenya jalan-jalan cantik di kepala :)

    ReplyDelete
  3. melamun dan halaman belakang rumah!

    ReplyDelete
  4. Melamun....itu memang gayanya Tety dari dulu.... Suka banget sama tulisan2mu....missing u:-)

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...