Thursday, May 17, 2012

Profile Part #2


gue dan Ojak. Nggak dapet foto lain nih :D




Selanjutnya adalah seorang pria yang telah menikah dan punya anak satu. Kocak abis dengan banyolan-banyolan yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Tapi anehnya tetap lucu. Ojak Parulian Hutagalung, cowok kelahiran Bandung 17 Januari 1977. Saat ini bekerja sebagai marketing manager di PT. Venamon, Bandung. Ojak dipercaya beberapa tahun menjadi ketua Glorify The Lord Ensemble. Rehat sejenak. Dan saat ini ia kembali ada di posisi ketua. Bertahan selama 16 tahun di Glorify The Lord Ensemble tidaklah mudah, banyak jatuh dan bangun. Follow Ojak di sini yuk, kita simak cerita saya dan Ojak dalam interviyu berikut ini J

TR: Bisa cerita awal masuk GTLE?

OH: Sama kayak Watti, dulu Om Daud ngelatih paduan suara SMA Yahya tahun 1996 terus ikutan festival paduan suara ITB dan juara. Beberapa anggotanya ditarik masuk Glorify termasuk si  ganteng ini :D

TR: Hahaha. Iya deh yang ganteng :D oke, dari 96 sampai sekarang, apa yang bikin lo bertahan di GTLE?

OH: Bingung kalau ditanya kenapa bertahan. Tapi jawabannya Cuma satu sih CINTA. Umurku sekarang 35 tahun, Glorify 19 tahun, jadi hampir setengah hidup gue di Glorify dari mulai SMA, kuliah, kerja, nikah dan sekarang sudah punya anak satu. Luar biasa. Semua karena cinta. (Ojak menikah dengan Evi dan punya satu anak perempuan bernama Cissi)

TR: Wow. Selama masa-masa itu lo pernah bosan nggak?

OH: Itu dia, mungkin karena perasaan cinta itu jadi nggak pernah bosan. Meskipun pernah kecewa, dikecewain, marah, dimarahin. Tapi semua itu nggak bisa mengalahkan rasa cinta gue sama komunitas ini. Meskipun teman-teman seangkatan (angkatan lama) sudah hampir nggak ada semua. Tapi gue tetap stay di sini karena rasa itu. Bahkan keputusan gue untuk menjadi ketua lagi, itu semua karena gue sayang sama komunitas ini.

TR: Oke. Dari tahun 1996 sampai sekarang, ada gak kejadian/peristiwa paling “nyentuh” yang paling lo inget?

OH: Banyak banget. Tapi yang paling gue ingat adalah tahun 1999 waktu papaku kritis di rumah sakit, anak-anak Glorify hampir semua ada di rumah sakit, sampai akhirnya papa meninggal setelah kritis tapi anak-anak Glorify ada di sana. Itu sangat menyentuh.

TR: *emoticon sedih* hehe. Baiklah. Lanjut ya, kalau peristiwa “kocak” yang lo inget?

OH: Nama gue aja udah Kocak Parulian Hutagalung. Bukan kocak lagi sih tapi sedikit memalukan. Kira-kira di tahun 2002-an ada pelayanan kebaktian penyegaran iman di GKI Kebonjati, karena buru-buru nggak ngecek celana dulu, naik angkot sampai ke Kebonjati, pas turun kok orang-orang di angkot pada senyum-senyum gitu ngeliatin gue. Tapi gue cuek aja ah, nah pas sudah di gereja dan sedang kebaktian, sebelum nyanyi, gue ngerasa kok dingin gitu ya bagian bokong. Eh ternyata celana gue sobek jahitannya area bokong dari ujung sampai ke bawah. Langsung aja deh ngacir cari cara untuk tutupin sobekannya. Akhirnya pakai selusin peniti, masalahnya pas nyanyi ada penitinya ada yang lepas satu-satu gitu dan nusuk pantat. Aw, wewik banget lah. Akhirnya gue tahu kenapa semua orang di angkot kok senyum-senyum. Eh ternyata lihat pantat bohay gue.

TR: *pas baca bagian ini, ngakak edan gue* *masih ngakak* Entar ya, ketawa dulu. Geblek!

OH: Salam dari pantat bohay dan kolor jaring-jaring.

--SKIP--

TR: Oke, next ya, sebutin satu orang di Glorify yang pengen lo peluk dan ngucapin terimakasih (entah untuk alasan apapun itu)?

OH: Semua orang di Glorify pengen gue peluk. Cuma kalau harus menyebutkan satu orang ya orang yang masih setia di Glorify bertahun-tahun. Salah satunya Denni (Denni Saba) karena bareng dia tahun 1999 kita bertobat dan dibaptis bareng di Salatiga dan dulu kita pernah berpikir pengen Glorify bisa pelayanan ke Salatiga, pokoknya kemana-mana dan itu kesampaian meski belum semuanya. Meski kadang dalam beberapa hal kita sering berbeda, tapi dia juga menunjukkan kalau dia punya rasa yang sama terhadap Glorify. Buktinya dia juga masih stay di sini.

TR: Lagu favorit lo selama di GTLE? Dan kenapa?

OH: Glorify Thy Name. Itu lagu kalo dinyanyiin bikin merinding, makanya pas nikahan gue lagu itu dibawain pas pemberkatan.

TR: 3 kata tentang GTLE?

OH: Faith, Hope, Love.

TR: Terakhir ya Jak, What’s your best wishes for GTLE?

OH: Glorify terus ada sampai anak cucu kita. Pelayanan kita berkarakter dan makin tajam. Pelayanan kita jadi berkat buat kita pribadi, keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Dan album Glorify bisa jadi berkat buat banyak orang. God Bless Glorify The Lord Ensemble. Happy birthday. Keep winning.

TR: Sip. Thanks for sharing ya Jak. God Bless lo juga dan keluarga :)





1 comment:

  1. postingan2nya sangat bagus, menarik dan bermanfaat,,terus menulis,,karena dengan menulis kita bisa mengembangkan imajinasi kita dan menjadikan kita lebih kretaif..serta kadang bisa menghibur orang lain.. ^_^

    salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blooger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...