Sunday, December 19, 2010

Petrichor

weheartit

Petrichor itu wangi hujan pertama. Kalau kau mengaku jatuh cinta dengan hujan, maka kau pasti akan mengenalinya. Sebutlah itu adalah aroma hujan, yang bercampur dengan tanah. Atau kau bisa mengoogling sendiri, lalu temukan maknanya di sana.

Ketika saya menulis ini hujan memang sedang turun. Wangi petrichor kemudian menyeruak memasuki kamar saya. Satu hal yang biasanya saya lakukan ketika hujan adalah, membuka pintu dan jendela lebar-lebar, supaya saya bisa menatap mereka.

Ya, hanya menatap. Saya suka menatap mereka. Saya suka mendengarkan bunyi gemerincing mereka diantara genteng. Saya suka memejamkan mata saya untuk mendengarkan hujan lekat-lekat. Hal ini kemudian menimbulkan nada sendiri.

Lalu, saya mulai menulis. Menulis apapun yang saya suka.

Sebelum menulis ada satu kebiasaan yang sering sekali saya lakukan yaitu, bermain-main dengan pikiran saya. Ada hal yang kini cukup mengganggu saya, yaitu soal bertumbuh dan menjadi dewasa. Ada kesimpulan yang mendadak hadir di kepala saya.

Sempat saya tweet dengan hashtag #selintas: semakin tua semakin jaim. Semakin lupa tuk bermain-main.

Banyak orang ketika bertambah umur semakin jaim, mereka selalu mencoba untuk memberikan nasihat kepada orang lain. Dan sebisa mungkin kata-kata positif yang keluar dari mulut mereka.

Lalu, tiba-tiba saya mulai bosan dengan tubuh orang dewasa itu. Saya merasa orang dewasa itu terlalu banyak pakai topeng. Saya merasa menjadi orang dewasa itu selalu menjaga aturan dan kesopanan dalam berperilaku dan berkelakuan.

Hm.

Lalu, masih dari tweet #selintas: semakin dewasa. semakin sok tahu. padahal menerbangkan balon di jalan-jalan pun keindahan. butuh pengetahuan.

Jujurlah, kau pasti pernah bertemu dengan orang ini? atau mungkin orang itu adalah kau?

Kalau saat ini ada yang bertanya pada saya, lalu apa sebaiknya yang harus kau lakukan ketika menjadi dewasa.

Bertumbuhlah, tapi jangan dewasa.

Teruslah bermain seperti anak-anak.

Teruslah bermimpi, salah satu mimpi saya yaitu: Hei 2011, bawa saya ke Paris. Saya mau pakai gaun renda oranye. Terbangkan balon dengan kaki telanjang.

Saya mulai memejamkan mata. Dalam nama petrichor saya berdoa.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...