Thursday, December 23, 2010

"Au Revoir"

(Silent Bells, Silver Night solemn christmas hymns, a christmas mixtape by dimas ario berisi 14 track dapat diunduh di sini)


Mendengarkan lagu-lagu yang ada di Christmas Mixtape-nya Dimas Ario, membawa saya duduk di dalam gerbong kereta yang gelap. Sementara di luar hujan rintik-rintik – butirnya sebagian jatuh di jendela. Sebagian lagi terjun dengan bebasnya ke dedaunan.

Kursi di dalam gerbong itu berwarna kecoklatan, ada beberapa kecoak yang bolak-balik di kaki saya. Selain itu ada semacam kumbang kecil—saya tidak tahu namanya apa, lalu lalang di lorong-lorong gerbong. Saya tidak bawa apa-apa, hanya ada semacam buku bacaan yang ada di pangkuan, setelah saya ingat lagi, itu adalah buku The Alphabet Sisters yang belum selesai saya baca.

Dari jendela kereta, sore semakin menua—hari mulai berganti kulit. Kereta, tiba-tiba berhenti di suatu tempat. Banyak laki-laki dan perempuan tua, mereka bergerombol masuk dan memenuhi gerbong saya. Setelan mereka vintage, hitam-hitam—lalu mulai berdansa, berpasang-pasangan.

Kulit mereka tampak pucat tapi tetap ada senyuman mengembang di pipi mereka. Sesekali mereka mengangkat sloki-sloki kecil berisi anggur tinggi-tinggi, lalu mengucapkan sesuatu keras-keras. Semacam mengucapkan “Au revoir”— ya, kata itu diucapkan keras-keras.

Lalu mereka tertawa-tawa kencang sekali.  Mendadak gerbong saya riuh sekali.

Tidak lama kemudian seorang perempuan tua, menghampiri saya dan menawari saya satu sloki anggur, lalu mengucapkan “selamat natal”. Saya membalasnya, mengucapkan terima kasih, lalu meneguk minuman  itu perlahan-lahan.

Ketika saya hendak bertanya, kenapa mereka mengucapkan "Au Revoir", perempuan itu telah pergi—lalu hilang.

Ah, bahkan saya lupa kalau malam ini adalah malam natal. Saya coba melongok keluar jendela, merasakan dinginnya angin malam di muka saya. Melihat ke langit, mencoba mencari bintang. Lalu saya menemukan hanya satu bintang, pelit sekali langit malam ini—pikir saya.

Tak apa, bisa jadi bintang itu semacam disuruh untuk menemani saya malam ini. Bunyi jeruji dan gesekan di rel terdengar semakin lama-semakin pelan. Kini, kereta saya tiba di suatu tempat. Saya turun, menoleh ke belakang— 
tidak ada lagi pesta kecil, tidak ada lagi gerombol orang tua yang berdansa tadi.

Gerbong kini kosong—sunyi. Sayup-sayup saya mendengar lonceng di kejauhan. 
Selamat hari natal, selamat tinggal gelap-- Au Revoir. 

2 comments:

  1. Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di web blog saya www.when-who-what.com

    ReplyDelete
  2. haloo perempuan sore, kembali singgah di rumah kecilmu pengagum hujan :)

    salam Hujan

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...