Sunday, April 18, 2010

rumahbaru

aku suka rumahbaru ini. entah kenapa aku mulai berpikir, untuk beli perabotan lucu, bantalbantal kecil warna oranye. tibatiba kepingin belajar memasak, padahal sebelumnya aku anti memasak. kepingin punya teras belakang, tempat bermain dengan angin, atau menyisir rambut rumput. kepingin punya balkon kecil supaya, senja bisa menghangatkan pantatnya, di kursi kayu, kalau letih.

kepingin belajar, bersihkan kamarmandi sendiri. yang kadang sudah disikat setengahmati, kotorannya tak mau pergi. bikin kecoa betah lamalama. atau mungkin kita justru harus belajar pada kecoa, tentang kesetiannya. kesetiannya terhadap lubang kakus. yang selalu jadi rumahbaru-nya.

ada yang lebih setia dari itu?

rumahbaru, kelak menjadi taman tertawa dan mungkin menangis. tapi menangis di rumah, lebih baik daripada menangis di jalan. hatihati tetanggamu suka menggosip. kalau sudah begitu, ibuibu yang lain kerap ikutan. padahal ibuibu itu selesai menggosip biasanya menangis, dan mereka tak berani menangis di rumah mereka sendiri. sebaliknya aku, aku mau menangis di rumahbaru. rumahku sendiri.

apa yang akan kau beli pertamakali kalau kau punya rumah baru? kau jawab sofa.

supaya sofa bikin kau ketiduran. memangnya sofa tahu lagu nina bobo? atau bagaimana kalau sofa yang mengantuk dan butuh tidur? pindah ke rumahbaru-ku saja. menginaplah kalau perlu. semoga kau betah.

apa yang akan kau beli pertamakali kalau kau punya rumahbaru? ku jawab balon.

aku ingin beli banyak balon. balon warnawarni. supaya tiap hari banyak yang mampir di rumahbaruku bawa banyak kado.

rasanya seperti ulangtahun. setiap hari.

(2010)

4 comments:

  1. Theo, gua mampir ke rumah lu, ya ... nginep, numpang tidur di sofanya ;)

    ReplyDelete
  2. Ih boleh, buat Deya, pintu selalu terbuka. Mau nginep sampe puas juga tak apa :-)

    ReplyDelete
  3. ikutan nginep juga dong :)
    mau di link dong :)

    ReplyDelete
  4. Kamu juga bisa nginep sayang. Iyah, ini sudah ulik, pasti kamu aku masukin di link aku dong. Cup cup.

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...