Wednesday, April 21, 2010

enampuluhempat

pagi memasak dengan ceria. matahari ikut memanggang roti. enam dan empat sarapan bersama. ada sagu, ada teh, tinggal pilih mau yang mana.

sendok tak hentinya menyuapi aku dengan nilai, biasanya nilainilai itu dikunyah dulu, baru kemudian dimasukkan ke mulutku, supaya agak lembek tidak terlalu keras.

kursiterbalik duduk manis di sudut, kelihatannya rapuh, namun tak habis dimakan rayap. rayap mengeluh, karena giginya keropos, tapi kursiterbalik tidak. walaupun seumur hidup badannya aku duduki, dengan pantatku yang keras kepala ini.

eh, ada kue meniup lilinnya sendiri. piring kue saling bercanda dan mengoles krimgula di pipi. balonbalon langsing dan gendut, bercengkerama bernyanyi.

selamat ulang tahun, tahun ulang selamat, ulang selamat tahun, selamat tahun ulang.

dari semua, aku paling suka ‘tahun ulang selamat’ buat papa.

namanya Albert Erens, karena lahirnya di Yamtel.
coba kalau lahirnya di Jawa, bisa beda lagi. bisa jadi namanya Kartono, Margono, Subarkah, atau Samsudin.

(2010)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...