Wednesday, December 4, 2013

Sebuah Tulisan Tentang Jodoh Yang Tak Kunjung Tiba




Setiap orang punya bucket list. Saya pun demikian. Dari nomer satu hingga nomer kesekian. Semuanya tentu pingin saya wujudkan. Ada yang dalam waktu dekat, tetapi ada juga yang akan saya wujudkan dalam waktu yang lumayan panjang.

Salah satunya adalah tentang pasangan. Saya tidak punya kriteria macam-macam soal ini. Semuanya sudah lewat. Tidak ada lagi yang harus begini dan begitu. Memasuki usia tiga puluh, kriteria saya soal pasangan sangatlah sederhana.

Uhuk. Tidak usah dibahas lebih lanjut ya. Tapi dalam obrolan saya bersama seorang teman tentang jodoh, saya kemudian menyatakan bahwa “jika berdoa dan yang diminta hanya jodoh jodoh dan jodoh. Saya merasa doa saya terlalu egois.”

Paling tidak, ini yang saya rasakan. Saya adalah perempuan dengan usia tiga puluh tahun, yang telah memasuki skala-pertanyaan-sampai bosan: “kapan menikah?” ujung-ujungnya pertanyaan-pertanyaan ini hanya akan dijawab dengan senyum manis saya. Karena saya sudah malas menjawab. Jadi saya menjawabnya dengan senyum manis-basa-basi saja.

Kalau sudah begini, komentar orang akan beragam soal jodoh yang tak kunjung datang. Misalnya:

(Komentar 1) “Makanya jangan galak-galak, supaya jodoh kamu cepet.”

Jawaban saya: Jodoh cepat tidak ada hubungannya dengan saya galak atau tidak. Biasanya saya akan galak jika saya disuit-suitin jika sedang berjalan sendirian di jalan. Saya pernah mendatangi langsung orang yang melakukannya dan bertanya “ada apa suitin saya? Ada masalah?”

(Komentar 2) “Kamu sih terlalu mandiri, jadi aja cowok-cowok pada segan.”

Jawaban saya: Duh maaf ya, saya tidak demen sama cowok yang tidak percaya diri. Cowok yang tidak punya value atas dirinya sendiri. Apalagi cowok yang takut karena perempuannya jauh lebih terkenal daripada dirinya.

(Komentar 3) “Makanya, banyak berdoa dong, supaya jodoh kamu cepat datangnya.”

Jawaban saya: Saya percaya kuasa doa. Tetapi terlalu egois, jika yang saya doakan hanya masalah jodoh. Saya ulangi: terlalu egois! Ijinkan saya berbagi logika sederhana saya denganmu, bagi saya hubungan saya dengan Tuhan itu seperti hubungan saya dengan ayah. Ayah saya di dunia, sangat baik membesarkan saya dan kedua kakak perempuan saya.

Kami bukan dari keluarga yang mampu. Tetapi ayah mampu memenuhi segala kebutuhan kami. Saya ingat ayah akan mengusahakan segala sesuatu secara halal untuk penghidupan kami. Ayah akan berusaha. APALAGI, Ayah yang ada di atas sana.

Saya percaya bahwa jika memang Ayah hendak memberikan jodoh kepada saya, IA tidak perlu meminta saya untuk berdoa yang banyak, melakukan kebaikan sebanyak mungkin, lalu setelah itu saya akan mendapat pasangan sebagai reward

Karena ayah saya yang di dunia, tidak pernah melakukannya. Sebaliknya ayah saya di dunia, jika ingin memberikan sesuatu, ia akan memberikannya, karena saya adalah anak perempuannya. Karena ia memang tahu bahwa saya pantas mendapatkannya. Karena ia memang tahu bahwa ini sudah waktunya. Itulah, bagaimana doa itu bekerja, kalau memang sudah waktunya.

Masih banyak yang bisa kamu “minta” dalam doa kamu. Jangan egois, dengan berdoa hanya demi meminta jodoh. Karena “jodoh” akan datang tepat pada waktunya. Bagianmu adalah tetap sibuk dan bersabar.  




15 comments:

  1. terkadang cuma senyum ketika ditanya "kapan nikah", tapi dihati rasanya menjerit "Tidaaaaaaaaak".. :)))

    ReplyDelete
  2. jodoh ada waktunya, perbanyak doa dan pergaulan untuk mendapatkannya, komentar balasan ya ke blog saya www.goocap.com

    ReplyDelete
  3. kutip: Karena “jodoh” akan datang tepat pada waktunya. Bagianmu adalah tetap sibuk dan bersabar. ~
    oke dehh usi Theo. :)))

    ReplyDelete
  4. sepakat dengan kalimat ini :
    Duh maaf ya, saya tidak demen sama cowok yang tidak percaya diri. Cowok yang tidak punya value atas dirinya sendiri. Apalagi cowok yang takut karena perempuannya jauh lebih terkenal daripada dirinya.

    Thanks inspirasinya kak Theo :)

    ReplyDelete
  5. Ada komentar lain spt ini : makanya pilih 1 yg serius...jawaban saya : tidak satu hal pun dlm hidup saya yang tidak saya lakukan dengan serius...

    ReplyDelete
  6. Masalah Jodoh.. selalu menjadi misteri.

    Mungkin bisa dilihat tulisan saya tentang jodoh disini
    http://gungunst.com/jodoh-gak-sih/

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...