Sunday, November 4, 2012

Who The Fuck Is Ismail Basbeth





Saya bukan tipe penonton film. Namun beda halnya dengan film-film yang biasanya suka diputar di Kineruku. Karena dalam hal ini saya percaya kepada selera Mbak Rani dan Budi Warsito (yang mengelola Kineruku). Percaya kepada dedikasi mereka mengapresiasi karya yang bagus.

Berdasarkan kepercayaan itu. Maka saya tidak mau  absen untuk menghadiri pemutaran film yang diadakan di Kineruku. Kecuali memang saya punya jadwal lain.

Tadi malam saya pergi untuk menonton film-film karya Ismail Basbeth. Setelah sebelumnya melihat tagar heboh di twitter #whothefuckisismailbasbeth. Saya jadi penasaran dan kepingin tahu siapa sebenarnya Ismail Basbeth ini.

Lima buah film pendek yang kemudian saya tonton adalah: Hide and Sleep, Harry Van Yogya, Shelter, Ritual, Who The Fuck Is Ismail Basbeth. Film-film Ismail Basbeth benar-benar pendek. Lebih pendek dari rok mini. Minim dialog dan masing-masing punya kemisteriusannya sendiri.

Yang saya rasakan kemudian adalah Ismail Basbeth banyak mengobrol dengan dirinya sendiri dan menguak banyak pertanyaan yang selama ini mungkin takut untuk dipertanyakan oleh orang banyak. Hasil obrolan dengan dirinya sendiri yang kemudian ia visualisasikan melalui karyanya.

Salah satu yang ia pertanyakan adalah: Kematian.

“Sejauh apa kematian itu berbicara kepada Mas Mail sendiri?”

Jawabnya: Saya takut mati.

Tetapi tidak hanya sampai di situ Ismail Basbeth kemudian membicarakan perasaan-perasaannya. Sehingga saya bisa melihat bahwa bagaimana sebuah proses membuat film pun bisa mengubah hidup seseorang. Dan sebuah karya itu lahir karena sebuah proses panjang untuk “menggali” baik ke dalam si pembuat karya maupun keluar. Satu kalimat yang cukup menggugah saya ketika ngobrol santai di malam itu adalah “Saya ingin mencintai diri saya sendiri seperti saya mencintai orang lain.”

Semakin banyak kita menggali sebuah perasaan. Semakin kita tidak akan pernah selesai dengannya. Atau justru itulah yang terjadi. Pertanyaan satu akan membawa kita kepada pertanyaan dua. Selanjutnya pertanyaan ke tiga. Tidak pernah selesai.

Pertanyaan itu hanya selesai ketika kita semua mati.

Silakan follow twitternya di https://twitter.com/ismailbasbeth dan ngintip project-projectnya di http://www.hideprojectindonesia.com/

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...