Thursday, November 1, 2012

Bulan Merah





Begitu banyaknya kesempatan untuk bersama. Di bawah mendung yang tertahankan.

Sebentar lagi gerimis akan keluar dari pipi-pipi. Tinggal memeluk. Memeluk siapa kencang-kencang. Saya sedang membayangkan suatu saat nanti ciuman akan habis. Kamu tidak lagi menginginkannya. Kamu tidak lagi merindukannya.

Dan suatu saat nanti pelukan akan habis. Kamu sendiri yang menghabiskannya untuk memeluk dirimu sendiri.

Kemudian malam. 

Dan setelah itu kamu mati. Berdarah-darah. Diantara bulan merah. 

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...