Monday, November 5, 2012

Si "Keras Kepala"


gambar via googling.


Sedang berpikir banyak dan sedang mengerjakan banyak. Ada satu fase di dalam hidup saya yang begitu egois. Yaitu saya ingin segala sesuatunya lebih clear. Dan lebih jelas. Dimana saya harus lebih banyak deal dengan pribadi saya yang “keras” di dalam.

Untuk urusan yang menyangkut idealisme. Percayalah ada hal-hal yang tidak bisa ditawar dengan saya. Sekali “enggak” itu bisa “enggak” untuk selamanya. Si Theo yang keras kepala. Dan saya sedang deal dengannya.

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya memutuskan untuk tinggal di Bandung dan mengerjakan apa yang saya percaya sebagai passion. Saya mendapat banyak tantangan dari dalam keluarga dekat saya sendiri. Bisa dibilang mereka tidak setuju. Bahkan mereka “memaksa” saya untuk melakukan apa yang sesuai dengan keinginan mereka.

Dan muncullah kebiasaan buruk saya yang diakibatkan oleh “keras kepala” saya. Saya bisa mendiamkan mereka berhari-hari. Bahkan berbulan-bulan. Tentu saja ini bukan contoh yang baik. Janganlah ditiru.

Toh pada akhirnya kami bisa baikan lagi. Karena saya percaya restu orang tua adalah harga mati. Dan kemudian saya menjadikan itu sebagai prinsip hingga kini.

Tetapi saya semakin yakin bahwa saya adalah “Single Fighter” banyak hal di dalam hidup yang kemudian bisa saya perjuangkan sendiri. Dan saya adalah orang yang tidak bisa dipaksa. Karena semakin saya dipaksa, semakin saya akan bilang tidak.

Deal dengan si Theo yang keras kepala.

Namun ketika menulis ini, saya hanya ingin memastikan satu hal. Keras kepala lah terhadap apa yang hatimu percaya. Karena itu bisa jadi adalah keyakinan. Keyakinan tersebut yang akan menuntun kita kepada sebuah jalan.

Saya sedang ada di dalam keyakinan itu. Masih berjalan ke arah sana. Dan sudah semakin dekat.

So, apa yang menjadi keyakinanmu?

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...