Wednesday, April 11, 2012

Setia Itu Butuh Waktu





Tidak ada pencapaian yang mudah di muka bumi ini. Tidak ada yang tiba-tiba menjadi besar. Dan masing-masing orang punya cara untuk “survive” menuju pencapaian tersebut. Salah satu cara yang akan saya ceritakan kepadamu adalah “setia.”

Saya menemukan di kamus, arti kata faithfull tidak hanya “setia” melainkan juga “tepat.” Jadi jika saya boleh memberikan sedikit definisi setia menurut saya itu adalah melakukan sesuatu yang tepat secara konsisten. Atau melakukan sesuatu yang yang tepat terus menerus.

Garis bawahi kata “Tepat” dan “Konsisten”

Saya ingat akan beberapa hal yang ada di dalam buku “mimpi” saya. Hal apa saja yang akan saya lakukan di dalam hidup. Apa yang menjadi passion saya. Dan bagaimana saya berjalan dengan insight untuk mencapai apa yang menjadi panggilan saya.

Setelah menjadi penyiar radio. Satu dari (sekian banyak) mimpi saya. Menjadi penguasa tunggal di antara panggung dan microphone. Membangun kelas public speaking demi berbagi ilmu yang telah saya dapat selama bertahun-tahun.

Kini saya sedang ada pada sebuah titik dimana mimpi saya lain sedang diwujudkan perlahan-lahan. Saya mengucap syukur kepada Yesus Kristus yang pertama kali menemukan talenta ini. Yang membuat saya akrab dengan tulisan salah satunya adalah karena ayah dan ibu saya suka menulis khotbah. Bunyi mesin tik yang magis tiap sabtu malam selalu saya dengar. Lalu ketika SMP saya mencoba menulis cerita pendek saya. Dan mulai serius menulis di blog ketika tahun 2008. Dilanjutkan ke blog yang lebih serius di tahun 2009 sampai sekarang. Proses panjang yang pada akhirnya membuat saya berlatih menulis setiap hari.

Setiap hari saya menulis dan menulis. Tidak ada yang mudah ketika membangun sesuatu. Selalu ada perjuangan. Dan butuh setia. Setelah buku kompilasi Puisi Rona Kata di tahun 2010. Tahun ini saya dipercayakan mengerjakan langsung dua project buku kompilasi cerita pendek. Yang pertama akan digarap bersama Gagas Media. Dan yang kedua project dari Jia Effendie dan teman-teman “Tribute To Seno Gumira” yang sebentar lagi akan keluar dengan judul “Perkara Mengirim Senja.”

Ketika melakukan sesuatu yang tepat secara konsisten. Itu akan membawa kamu kepada sesuatu.

Percaya tidak percaya. Blog yang tadinya tidak dibaca oleh orang-orang, kini follower-nya hampir seribu. Dan bahkan beberapa tawaran random untuk menulis mulai berdatangan. Tidak sampai disitu, saya juga mulai dipercaya untuk share mengenai creative writing di beberapa acara komunitas. Selanjutnya adalah buku saya sendiri. Amen for that!

Ketika setia. Kamu tahu apa yang kamu lakukan tidak sia-sia.

Inti dari segala sesuatu yang saya tulis ini adalah saya mau encourage setiap orang ang membaca tulisan ini untuk menemukan mimpinya. Percaya pada mimpinya. Dan mulai membangun mimpinya dengan setia.

Haha. Mirip motivator ya tulisannya. Hm, tapi ini yang ada di hati saya. Selamat bermimpi sebanyak mungkin. Dan jangan lupa bangun untuk mengerjakannya.

love. 

3 comments:

  1. "Ketika setia. Kamu tahu apa yang kamu lakukan tidak sia-sia."

    what a beuatiful statement, ka Theo.
    anda salah satu orang yang saya kagumi cara berpikirnya. terutama, cara menuangkan pemikiran dalam semarak kata.
    indah.

    ReplyDelete
  2. Tety.... Suka banget ama blogmu... Sangat2 suka, beta baru aja pny blog dan masih banyak belajar untuk itu, mau belajar banyak sama Tety..... Miss u non...

    ReplyDelete
  3. setuju. suka sama tulisan ini.. :)

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...