Wednesday, April 11, 2012

Bukan Cerita Cinta






Jika kamu punya cerita cinta yang memalukan. Mungkin kamu bisa membaginya kepada saya. Saya ingat dulu, saya penah hanya menulis cerita cinta saya di diary saya. Selama bertahun-tahun saya pernah mencintai seseorang. Ia cinta pertama saya. Tidak banyak yang tahu. Karena saya cenderung tertutup untuk urusan yang satu ini.

Menikmati cinta diam-diam. Adalah kenikmatan tersendiri bagi saya. Tidak hanya itu, bisa dibilang itu juga adalah sebuah kebanggaan. Karena ketika saya mencintai, paling tidak saya masih sadar bahwa saya adalah manusia yang butuh orang lain.

Ah, klise sekali.

Tapi begitulah. Melakukan sesuatu secara diam-diam. Tanpa banyak mengumbar. Mungkin akan melatihmu untuk mengenal perasaanmu lebih dalam. Terlalu banyak cinta yang datang dan pergi. Beberapa diantaranya sangat liar. Tapi saya menikmtinya. Saya tidak pernah menolak mereka. Sejauh ini saya menjalaninya dengan kesigapan.

Tidak sempurna. Banyak kesalahan. Sampai suatu ketika saya bangun dengan pemikiran bahwa saya membutuhkan seseorang untuk dicintai karena saya tidak mau hanya membagi apa yang saya rasa dengan diri sendiri. Sungguh saya membutuhkan orang lain. Bukan hanya pasangan ia juga sahabat.

Jika memang itu adalah kamu ... saya tidak keberatan untuk berbagi segala sesuatu denganmu. Begitupun sebaliknya, saya akan mendengarkan apa yang kamu keluhkan. Saya akan ada di samping tidurmu, mendengarkanmu bercerita sampai mengantuk. Dan saya tidak segan-segan untuk menggunakan jari-jariku mengusap punggungmu yang lelah. Lalu memelukmu erat, supaya kamu selalu bisa merasakan hangatnya tubuhku.

Jika kamu mau? 

3 comments:

  1. kk Theo ingin saya sekali sharing dengan kk, bisa saya hubungi kk theo melalui jejaring social network (chat). terimakasih

    ReplyDelete
  2. saya juga pernah jatuh cinta diam-diam, persis yang ka theo ungkapin di atas. Kalo mau share gimana ka?

    ReplyDelete
  3. Saya mau dong share cerita saya juga.gimana caranya?

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...