Monday, August 15, 2011

Sleep Tight


Begini rasanya jika lama tidak menulis. Ada rasa kangen juga mendengarkan bunyi tuts netbook yang sexy. Kata-kata terus mengalir di dalam hati dan pikiranku sepanjang hari ini. Sementara aku mungkin cukup lelah menulis—mungkin juga karena sedang asyik dengan pikiranku sendiri. aku sendiri sampai bingung hendak menulis dari mana.

Aku meminjam buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami dari seorang teman dan membacanya hanya dua hari saja. Buku setebal itu, berhasil aku selesaikan begitu cepat. Buku itu terlalu vulgar, terlalu banyak cerita sex-nya. Tapi aku suka alur ceritanya.


Lalu, aku mengingatmu.

Tidak terasa hampir empat bulan—sejak melepaskanmu. Sudah sekitar empat tahun ternyata sejak awal aku mengenalmu. Perjalanan yang tidak cukup sederhana tentu saja. Penuh sensasi. Aku menyukainya seperti aku begitu menyukainya. Berani mengungkapkannya. Oh, tentu saja aku ini adalah gadis yang pemberani. Aku dengan obsesi tinggi yang ingin menjadi penulis sedangkan kamu dengan obsesi sederhana, hanya ingin punya anak-anak perempuan yang lucu-lucu.

Betapa itu indah.

Kalaupun saat ini kamu ajukan pertanyaan padaku, jawabanku masih tetap sama, aku ingin menjadi penulis. Aku ingin menjadi Ibu. Aku juga ingin punya anak perempuan yang lucu-lucu. Aku akan rajin mendandani rumah kita dengan hangat. Aku berjanji akan belajar memasak. Akan banyak sekali pesta kecil dan perayaan di rumah kita. Karena aku suka sekali perayaan. Akan selalu banyak tamu yang keluar masuk. Tidak apa, aku suka. Teman-temanku atau teman-temanmu boleh menginap juga sesuka mereka.

Ketika menulis ini, aku mengingatmu.

Hey, kamu sedang apa?”

Seingatku ketika bersama, aku memberikan hampir seluruh hatiku. Begitu kuatnya niat di dalam hatiku bahwa aku ingin bersamamu. Bahkan ketika aku berdoa pun, kamu yang aku minta. Aku bilang kepada Tuhan, kalau boleh aku memilikimu. Aku hanya ingin hidup bersamamu. Tuhan diam saja. Buktinya, saat ini kita tidak bersama. Ah, mungkin ini jawaban Tuhan. Entahlah.

Tapi ketika aku mengingatmu kembali, kenapa aku masih begitu sedih. Pipiku basah kembali. Padahal aku sudah bertekad bahwa aku tidak boleh lagi menangis. Tapi, aku ini bodoh. Bukankah dengan menangis aku melepaskan sesuatu. Melepaskan sesuatu yang tersendat itu. Walaupun mungkin dengan menangis tidak semuanya keluar.

Aku berpikir kembali tentang kata cinta dan menemukan bahwa selama ini cintaku kepadamu itu murni. Walaupun aku meminta imbalannya, yaitu kita bisa hidup bersama. Kemudian aku harus menerima kenyataan bahwa tidak bisa. Aku lalu mengambil keputusan bahwa aku yang harus beranjak, move on, seperti itukah sebutannya.

Entah mengapa ketika menjalaninya, aku mengingatmu kembali. Aku merasa kamu sekarang berbentuk sisa-sisa. Seperti air mataku yang masih menetes satu atau dua tetes. Ya, kamu seperti itu. Hanya sisa-sisa, yang seiiring dengan waktu akan habis. Aku tidak mau kamu terus-terusan menjadi sisa di hatiku. Aku harus melepaskan kamu utuh.

Malam ini, ketika aku susah sekali tidur dan memejamkan mata. Aku ingat kamu lagi, masih dengan bayangan yang sama.

Hey, kamu apa kabar? semoga malam ini tidurmu nyenyak dan tidak mimpi buruk.

Seperti yang selalu aku bilang di sms-smsku ketika malam menjelang.

“Sleep tight.”

Masih tidak bisa tidur, lalu aku memutuskan untuk menulis ini. Ketika aku menutup netbook, dan hendak tidur nanti. Aku bertekad. Kali ini tekadku penuh dan begitu bulat. Aku ingin berbisik kepada Tuhan begini,

“Tuhan, kali ini aku ingin jatuh cinta lagi..”

Dago 349. 14 Agustus 2011. 01:45—diluar suara motor berlari kencang. Mungkin pengendaranya buru-buru pulang hendak sahur. 

3 comments:

  1. malam ini terasa begitu sunyi
    mereka yang tadarus sudah menutup kitab suci
    kelelahan, mendekur di pojok musholla
    penat namun bahagia karena pundi-pundi pahala yang dijanjikan

    jangan biarkan kesunyian mencekammu
    percayalah masih banyak cinta di luar sana
    asal saja kamu pandai menjemputnya

    entahlah apa ada hubungannya paragraf satu dan dua

    tapi makin larut akupun ingin tidur
    selamat malam ..

    ReplyDelete
  2. ia akan datang, Theo..
    cinta yang akan menemukanmu

    ReplyDelete
  3. sama sepertiku,,
    yahh..mungkin "cuma" rindu.
    merindulah,,namun jangan tenggelam,

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...