Thursday, August 25, 2011

Jatuh Cinta


Jatuh cinta.

Bagimana rasanya jatuh cinta? mungkin sudah lupa. Tapi bagi saya jatuh cinta dan patah hati patut dirayakan. Mereka adalah hal menyenangkan yang terkadang datang dalam kehidupan kita dan memberikan pelajaran.

Tidak hanya itu, ada masa transisi. Yaitu ketika sedang tidak jatuh cinta maupun tidak patah hati—hanya menjalani kehidupanmu biasa-biasa saja. Lurus. Itu juga patut dirayakan—yang saya lakukan adalah pergi bersama teman-teman. Dan punya lebih banyak janji untuk makan siang bersama.

Akhir-akhir ini saya hanya sedang berpikir seperti apa nantinya jika saya jatuh cinta lagi. Apakah saya akan berubah menjadi orang yang romantis dan menulis puisi setiap hari. Apakah saya akan berubah menjadi lebih sering mandi. Atau saya akan lebih banyak pendiam.

Seperti yang sudah-sudah. Saya tahu tidak akan terjadi banyak perubahan. Saya malah tidak romantis seperti yang saya kira. Bahkan saya akan jarang menulis puisi. Biasa saja. Mungkin cinta yang saya rasakan sudah menyimpulkan segala sesuatunya.

Atau mungkin rasa itu sendiri terlampau besar. Ketika jatuh cinta kembali—kalau akhirnya saya mengalaminya. Biasanya saya banyak kehilangan kata-kata. Dan banyak senyum sepanjang hari. Perut berkupu-kupu. Dan seperti banyak sekali uap panas yang keluar ke muka saya.

Saya pun heran, kenapa bisa begitu. Mungkin ada yang lebih jago di luar sana untuk urusan cinta untuk dapat menjawabnya. Tetapi itu sungguh perasaan yang menyenangkan. Hal lainnya adalah waktu tidur saya biasanya menjadi berkurang. Dan saya lebih cerewet ketimbang biasanya saya—yang sehari-harinya sudah dikenal cerewet.

Ketika menulis ini saya sedang tidak jatuh cinta—belum. Sudahlah percaya saja. Kalau saya sudah jatuh cinta, saya akan jarang menulis. Kalian pasti akan merindukan postingan-postingan saya. Jatuh cinta punya gejala. Setiap orang punya gejalanya sendiri.

Lainnya yang saya paling ingat ketika jatuh cinta adalah saya tidak akan berhenti senyum. Seperti ada magnet yang ada di sekitar pipi saya. Menariknya terus ke atas.

Ketika jatuh cinta, kita akan menulis banyak. Tetapi ketika patah hati kita akan menulis banyak—lebih banyak.

Di muka bumi ini, orang-orang yang paling beruntung adalah orang-orang yang masih merasa dengan jelas ketika mereka jatuh cinta. Mengingat gejalanya sampai detail. Menuliskannya, dan membuat orang lain tersenyum ketika membacanya.

Apa gejala jatuh cintamu?

Dago 349. 25 Agustus 2011. 00:34—menulis tengah malam karena tak bisa tidur. Radio menyala. Saya suka saat seperti ini, hanya saya dan pikiran saya. 

5 comments:

  1. Gejala jatuh cinta yg saya alami sm seperti kebanyakan perempuan lain alami. Namun pasti ada perubahan dan ketika orang2 yg melihat sy mengatakan,"ada yg lain dari wajahmu, lebih bercahaya..." sudah pasti saya sedang jatuh cinta...^^

    ReplyDelete
  2. saya suka jatuh cinta..cinta yang selayaknya dan cinta yang terlarang..semua punya tantangan..
    Karena jatuh cinta sama artinya memproduksi ribuan kupu-kupu diperut (tersenyum meskipun-kadang-cinta ita itu bukan semestinya)

    ReplyDelete
  3. jatuh cinta akan merubah aura kita menjadi lebih cerah seperti pelangi :)

    ReplyDelete
  4. Saya benci berada dalam masa transisi seperti saat ini. Rasanya segala sesuatu menjadi datar saja. Yah, meskipun saya dan teman-teman jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama :(

    ReplyDelete
  5. sama seperti gadis lain . ketika saya sedang jatuh cinta, rasanya saya lebih mudah tersenyum dan tertawa saya juga jadi lebih menikmati hari2 saya . :D

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...