Thursday, August 25, 2011

Hujan Kali Ini Tak Datang


Hujan kali ini tak datang sayang. Ia sembunyi di balik beha barumu. Beha yang baru saja kau beli. Warnanya pink fusia. Seperti kejutan, hujan seakan tahu bahwa sekali-kali hidup ini butuh kejutan.

“Behamu lucu.”

“Terima kasih.”

Percakapan singkat kita pada sebuah pagi yang belum benar-benar pagi. Kau cantik sekali pagi itu. Baju tidurmu yang tipis semakin memamerkan beha dan juga payudaramu. Rambutmu yang acak-acakan dan matamu yang masih sedikit mengantuk.

“Jadi kita tidak jadi mengakhirinya?”

“Aku pikir lanjutkan saja. Toh cinta antara kita masih menyala kan?”

Kau mengangguk perlahan. Lalu tersenyum kecil. Kemudian memandang ke langit. Aku juga refleks melakukan hal yang sama. Kelip beberapa bintang masih tersisa di sana. Bulan juga masih ada. Di kejauhan sinar-sinar kemerahan mulai menyembul perlahan.

Sinar kemerahan itu kini muncul di pipimu. Membuat pipimu merekah. Sebentar lagi matahari akan terbit di sana. Dan ketika hal itu terjadi, aku mau menyaksikannya. Ketika pipi dan tubuhmu merekah lalu terbelah.

“Sebentar lagi aku harus pergi.”

“Aku ingin kecup bibirmu sekali lagi.”

Kali ini senyummu lebar sekali. Begitu lebar, berubah menjadi embun. Kemudian terbang ke langit. Menyatu dengan garis-garis merah di sana. Beha pink fusiamu lalu berubah menjadi garis-garis tipis bergabung dengan warna-warna lainnya.

Dago 349. 22 Agustus 2011. 05:02—hey kamu, selamat pagi :D



No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...