Wednesday, June 1, 2011

Lula dan Sasti

sudah malam, kini mereka pulang
lalu bermain di halaman
mereka pangku-pangkuan,
seperti kakak dan adik saja.
lula menyisir rambut sasti
sasti menyisir rambut boneka di tangan mungilnya
“kak lula, kita tidur di sini”
“kurasa begitu, kasihan bulan sendirian”
lula peluk sasti, bernyanyi pelan di kupingnya.
“nina bobo, adik sasti bobo..”
dua gadis mungil, lelap
di bawah jembatan layang.



No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...