Saturday, August 26, 2017

Selamat Hari Jadi Jiwa








Gerbong kereta yang berderit-derit membawaku kepada sebuah perjumpaan ingatan ketika itu, kau datang dengan dua lembar tiket sebuah perjalanan, menuju Buru, katamu. Dua lembar tiket itu adalah sesuatu yang lain. Cinta datang menyerupai sesuatu yang lain, tak ada debar-debar berlebihan, semuanya biasa saja. Kadang yang sederhana seperti itu indah saja. Kau dan aku pada akhirnya keras kepala untuk membuat sebuah perjalanan bersama: kadang di dalam perjalanan yang masih terlalu muda ini kita menemukan terlalu banyak batu karang dan jalan berlubang. Ingatanku kembali lagi kepada dua lembar tiket itu—yang kau beli karena telah memilih  bersamaku. Hal yang bagi kita mustahil tapi tidak bagi cinta. Cinta membuat jalan dua orang muda yang penuh lubang dan batu karang menjadi biasa saja, bukan karena lubang dan batu karang itu mendadak hilang, melainkan ini: kau bahkan tak perlu ragu barang sedikitpun untuk melewati jalan berlubang dan penuh batu karang itu, bersama seseorang yang kau sebut, Jiwa.

Selamat hari jadi jiwa, panjang umur dan mari bercinta hingga lanjut usia. 

***


#sebuahcatatanharian 
Gerbong Kereta, 26 Agustus 2017. 14.27 wib.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...