Monday, March 20, 2017

#berpuisibersamakekasih: Tidak Ada Yang Paling Benar Dalam Menulis Puisi (2)






Saya dan Weslly Johannes mendapat kesempatan untuk mengajak teman-teman di #Kanca, sebuah festival literasi dan kepenulisan yang diadakan oleh @writingtable di Jogjakarta.

Kami lalu mengajak teman-teman di kelas, bermain di satu dunia yang bernama: puisi. Dengan satu persyaratan: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi. Dengan beberapa eksperimen melalui: menyalin bebunyian, mendengarkan instrumen, meraba tekstur, menghirup aroma, dan melingkar kata di koran.

suasana di kelas: aga, salah satu peserta sedang membacakan puisinya ketika selesai merespon bebunyian

Ternyata kami mendapat kejutan! 

Diksi-diksi yang khas, frasa dan kalimat yang unik, juga metafora-metafora yang tidak umum bermunculan satu per satu. Semua orang punya modal yang cukup untuk menjadi penyair: pengalaman-pengalamannya tentang kebahagiaan dan kesedihan, juga tentang hal-hal yang kadang dianggap biasa. Bunyi, bau, tekstur adalah pintu-pintu lain yang jarang dimasuki untuk memahami dunia. Bunyi, bau, dan tekstur juga teman yang baik untuk didialogkan dengan pengalaman.

Fis Project (ferdy & is) yang membuka acara dengan lagu Cinta yang Menang


Dengan senang hati kami pun mengundang Fis Project (pasangan kekasih: Ferdy & Is) untuk memainkan dua lagu. Lagu pertama sebagai pembuka acara bermain kami, berjudul Cinta yang Menang dibawakan dengan sangat manis.

Selanjutnya Fis Project memainkan satu instrumen, yang kemudian direspon oleh peserta menjadi puisi. Puisi-puisi yang ditulis oleh peserta lumayan mengejutkan, bahkan ada yang mencipta puisi berjudul Merindu Jogja dari bunyi instrumen mereka. Terima kasih untuk dua kesayangan Ferdy & Is yang selalu seluas langit biru, merdu, dan hangat seperti matahari pagi. Doa terbaik untuk doa & nyali ya!

Terima kasih juga kepada teman-teman di kelas telah membantu kami untuk percaya dan akan terus menyelaminya. Selamat membaca, selamat menyalin bunyi, bau, dan tekstur menjadi teks-teks yang bermakna dan berumur panjang.

suasana sarapan bersama pagi itu: saya, windy, aan, weslly, trinzi, natalia, maesy, teddy & mad.




Terima kasih Windy Ariestanty dan Hanny Kusumawati yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bermain di #Kanca. Sampai bertemu lagi untuk bermain bersama di kesempatan selanjutnya.

salam hangat kami,

theo & weslly 




No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...