Wednesday, October 19, 2016

Rajinlah Mencuri!






“Nothing is completely original. All creative works build on what came before. Every new idea is just a remix or mash-up of one or two previous ideas.”

Austin Kleon berkata begitu pada suatu waktu di sebuah panggung bicara kreatif. Austin Kleon yang menulis beberapa buku kreatif dan masuk ke dalam kategori best seller. Austin Kleon yang kemudian saya curi ide newspaper blackout-nya yang tersohor itu dan saya adaptasi menjadi ‘menghitamkan koran’ yang kemudian dipamerankan di poetry on the street di Ambon beberapa waktu yang lalu.

Tapi ternyata saya salah. Ide newspaper blackout yang dipopulerkan oleh Austin Kleon bukan benar-benar ide orisinal miliknya. Ide itu sudah lebih dulu dilakukan oleh Tom Phillips, seorang seniman asal Inggris yang senang sekali pergi ke toko buku, lalu membeli novel bergaya victorian dan kemudian menggambar ilustrasi di tiap halaman novel tersebut. Tom Phillips ternyata juga ‘mencuri’ ide yang dilakukan oleh William Burroughs, penulis yang pada zamannya terkenal dengan gaya menulis cut-up-method-writing- nya. Dan tidak sampai di situ saja, Borroughs juga ‘mencuri’ ide tersebut dari temannya, Brion Gyson.

Ternyata seniman-seniman itu saling mencuri!

Jadi jangan takut mencuri. Selama selesai mencuri ide dari orang lain jangan lupa untuk digabungkan dengan ide yang ada di dalam kepalamu sendiri lalu belajar mengolah sehingga ia menjadi sebuah ide yang lebih baru kemudian mulailah untuk proses eksekusi.

Tetapi yang jadi persoalan adalah kebanyakan orang malu dituduh sebagai pencuri. Mereka memilih untuk meniru. Nah di sinilah letak perbedaan antara pencipta dan pengikut.orang-orang yang disebut sebagai pencipta itu ‘mencuri’ ide dari karya orang lain kemudian digabungkan dengan idenya sendiri di dalam kepala lalu diolah menjadi sebuah ide yang lebih segar baru dieksekusi. Sementara yang menjadi pengikut, hanya puas dengan meniru. Tidak tanggung-tanggung mereka biasanya meniru utuh-utuh.  

Pengikut-pengikut yang sudah terlanjur buntu ditambah dengan malas belajar lalu berakhir dengan meniru orang lain. Sementara pencipta selalu menemukan cara lain untuk mencuri dengan kreatif dan tanpa malu. Seperti yang dikatakan oleh Steve Jobs, “Creativity is just connecting things. When you ask creative people how they did something, they feel a little guilty because they didn’t really do it, they just saw something.” Pencipta punya banyak waktu untuk mengamati sesuatu.

Satu hal yang menyenangkan dari menjadi kreatif adalah punya banyak waktu untuk melamun dan menikmati sesuatu lambat-lambat. Karena ketika itulah ide dan inspirasi kemudian datang menghampiri. Tapi apa mau dikata, akhir-akhir ini setiap orang sangat tergesa-gesa. Nah jika tergesa-gesa, kita bahkan lupa untuk mengamati hal yang paling kecil di sekitar. Lupa pula untuk mencuri hal-hal istimewa dari sekitar kita.

Jika semua manusia adalah seniman seperti yang dibilang oleh Picasso. Maka jangan lupa bahwa Picasso juga pernah bersabda, “Good artists copy, great artists steal.” Manusia-manusia besar adalah mereka yang berani mencuri. Bukan meniru. Sebab tidak ada yang benar-benar orisinal di muka bumi. Yang orisinal hanyalah ayam kfc, saya suka pesan bagian paha!



No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...