Tuesday, October 15, 2013

Sebuah Catatan Tentang Diri Menuju Usia 30 Tahun








 gambar dari weheartit.


Pagi ini ketika bangun saya merasa perlu menulis sesuatu. Bahwa menulis adalah terapi, dan saya tetap percaya itu sebagai terapi saya juga. Tidak selalu ad aide baik di kepala saya ketika bangun tidur. Kadang-kadang saya bangun dengan sesuatu yang random bahwa saya perlu pergi untuk mencabut uban (uban saya banyak sekali, btw) atau ide random lainnya yaitu saya ingin pergi ke kineruku hanya untuk menonton saja.

Kamu pernah bangun di suatu pagi dan mendapatkan dirimu juga memiliki ide random di kepala?

Tapi pagi ini saya bangun dengan sebuah ide random di kepala tentang satu kata yaitu “maaf” dan berpikir untuk menuliskannya untukmu. Biarkan saya menceritakannya ya. Pernahkah kamu bermasalah dengan orang lain, tetapi reaksi yang keluar adalah kamu uring-uringan tidak jelas dengan orang lain (bukan orang yang bermasalah denganmu langsung).

Jadi kesimpulannya adalah kadang-kadang ketika kita sedang marah terhadap orang lain dan tidak menyelesaikan rasa marah kita, hal ini akan membuat kita punya respon yang salah terhadap orang lain, yang jelas-jelas tidak punya hubungan dengan rasa marah kita sendiri.

Beberapa minggu yang lalu saya mengalaminya. Saya bekerja pada sebuah radio dan radio saya ini sedang ada pada sebuah sistem baru dan entah kenapa, saya memang sulit sekali untuk mau menerimanya. Ketika itu reaksi saya adalah saya marah. Tapi saya juga tidak tahu saya marah kepada siapa. Rasanya di salam hati ini, saya tidak suka dengan sistem baru itu. Dan saya marah kepada orang-orang yang menyetujui sistem itu terjadi.

Nah ketika itu, reaksi saya macam-macam: salah satunya kadang saya mendiamkan orang-orang di kantor. Dan itu menyebalkan. Saya adalah orang yang menyebalkan itu.
Ketika R. (atasan saya di kantor) orang yang sangat sabar selama ini dan begitu baik mengajak saya ngobrol, ia mengatakan bahwa saya orang yang “complicated”, “butuh perlakuan khusus” dan “tidak fleksibel.”

Oh, ini adalah catatan bagi saya.

Saya merenung panjang ketika perjalanan saya di dalam kereta menuju Jogjakarta. Dan saya paham betul bahwa, saya punya sebuah idealism. Di dalam bersiaran, saya senimannya. Saya tidak suka dengan sistem baru ini. Dan “menjadi menyebalkan” adalah aksi protes saya tehadap sistem. Tetapi saya lupa bahwa ketika saya “menyebalkan” saya banyak “menyakiti” orang lain yang tidak tahu apa-apa.

Catatan pertama buat diri saya : ketika kamu sedang menyebalkan, jangan sakiti orang lain dari sikap maupun perkataan. Karena mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam dirimu, please!


Setelah saya coba menjelaskan segalanya yang ada di dalam hati saya, ngobrol dari hati ke hati dan meminta maaf. Ada rasa plong di hati saya. Saya seperti menemukan sebuah pandangan baru. Dan sudut pandang itu adalah dari orang lain.

Catatan ke dua buat diri saya : meminta maaflah jika kamu merasa kamu sudah menyakiti.
Kadang ketika hati kita sedang tidak jelas. Kita menyakiti orang lain yang tidak tahu apa-apa.

Catatan ke tiga buat diri saya : jauh-jauh dulu atau tarik diri dulu dari orang lain ketika kamu tahu bahwa hatimu sedang tidak jelas atau tidak baik.

Besok, saya tepat berusia 30 tahun. Saya rasa tidak perlu neko-neko untuk memasuki usia 30. Cukup beberapa catatan tentang diri. Dan mengevaluasi segala sesuatu yang terjadi tiap hari. Tuhan Yesus, terima kasih untuk kesempatan demi kesempatan yang Engkau berikan di dalam hidup saya. Ijinkan saya untuk melakukan kehendakMu lebih lagi. Amin. 

**terima kasih Austinboy untuk kesabarannya dalam banyak hal. 

4 comments:

  1. Selamat ulang tahun, Kak Theo. Semoga selalu diberkahi, dilindungi, diberi semua yang terbaik. Selamat menikmati usia 30. :))

    ReplyDelete
  2. Happy b'day Theo! Have an awesome day today. 30 is a blast, trust me! ^_^

    ReplyDelete
  3. ketika kamu sedang menyebalkan, jangan sakiti orang lain dari sikap maupun perkataan. Karena mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam dirimu, please!"
    NOTEDDDDD!! :))

    ReplyDelete
  4. along with the age comes wisdom, friends, and family. semoga kita bisa menghargai segala yang kita miliki hari ini... hari lalu... dan hari-hari yang akan datang. selamat ulang tahun, perempuan sore.

    Salam, D.

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...