Monday, October 14, 2013

Rumput Di Halamanmu Akan Hijau Pada Waktunya





 gambar dari weheartit.


Pernah nggak sih ada pertanyaan ini di kepalamu “ih enak ya kayak si A, kerjaannya jalan-jalan terus” atau “duh si B  tuh lagi asik banget ya di kantor banyak dapet promosi ini itu” atau keluhan tiap malam minggu yang sering sekali keluar dari diri kita, ketika kita melihat orang lain berpasangan.

Pertanyaan-pertanyaan ini keluar karena kehidupan orang lain “kelihatannya” lebih menarik ketimbang kehidupan kita sendiri. Padahal kita tidak pernah tahu bahwa jika kita berpikir sebaliknya, jangan-jangan orang lain itu justru sebenarnya iri dengan kehidupan kita. Jangan-jangan orang lain yang kita pikir “keren” itu sebenarnya ingin bertukar posisi dengan kehidupan kita.

Saya sering sekali mendapat komentar dari orang lain seperti ini “ The, enak banget sih hidup lo. Kerjannya jalan jalan mulu. Dapet duit lagi!” atau “Enak banget sih hidup lo, bisa maksimalin apa yang lo punya, dan dapet hidup dari sana.”

Saya suka senyum-senyum saja jika ada yang komentar seperti itu. Karena begitulah kenyataannya. Kehidupan yang sudah lama saya bayangkan sejak saya masih di sekolah menengah pertama, semua terjadi ketika saya dewasa. Ketika masih sekolah dulu, saya memang tidak pernah membayangkan akan bekerja kantoran. Dan saya selalu membayangkan ketika saya sudah menikah nanti, saya akan jadi Ibu sekaligus sahabat kepada anak-anak saya.

Oke, saya memang belum menikah sekarang. Tapi kita lihat saja nanti ketika saya memasuki dunia pernikahan. Tapi ketika kembali ke dunia pekerjaan dan apa yang sekarang sedang saya kerjakan, saya merenung bahwa:

“Seringkali kita iri dengan keberadaan orang lain hingga kita lupa pada hal kecil yang kita punya yang bisa dikelola untuk menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.”

Saya dibesarkan dengan segala keterbatasan. Ayah dan Ibu saya bukan orangtua yang berada. Tetapi mereka membesarkan saya dengan kedua kakak saya dengan fokus kepada hal-hal kecil yang kami punya. Sejak kecil Ibu membiasakan saya untuk “tampil” bernyanyi atau membaca sajak di depan banyak orang. Ternyata setelah saya dewasa, saya tumbuh menjadi orang yang berani ketika ada di depan banyak orang.

Dan Ayah selalu berulang kali mengingatkan anak-anaknya untuk rajin membaca. Dan tanpa disadari, membaca inilah yang pada akahirnya membuat saya belajar banyak hal.

Dari semua yang saya bicarakan, saya hanya mau bilang bahwa: suatu saat waktumu akan datang. Bersiaplah. Karena rumput di halamanmu akan hijau tepat pada waktunya! Jangan pernah berpikir bahwa hidupmu tidak menarik. Fokus kepada hal kecil yang kamu sukai dan buatlah hidupmu untuk menjadi menarik.

Jangan pernah berpikir bahwa, bagaimana jika saya bisa meminjam hidup orang lain, tetapi berpikirlah bahwa bagaimana saya harus menjalani hidup saya sendiri dengan menarik, sehingga suatu hari nanti orang akan datang kepadamu dan bilang “boleh nggak ya, gue pinjam hidupmu sesekali!”

6 comments:

  1. Aha! ini bahasan yang menarik. Akhir-akhir ini saya sering mendengar teman-teman bilang, "gue iri sama hidup lo." Dan saya bisa tunjukin posting ini kepada mereka. Sukses selalu Kak Theo! :))

    ReplyDelete
  2. Nice post kak! Ini bisa jadi renungan untuk kegalauan saya 3 bulan terakhir ini..

    ReplyDelete
  3. So d*mn agree with this post! Bersyukur dan mengembangkan talente, those are the key to make our life better. ^^

    ReplyDelete
  4. suatu saat waktumu akan datang. Bersiaplah. Karena rumput di halamanmu akan hijau tepat pada waktunya! Jangan pernah berpikir bahwa hidupmu tidak menarik. Fokus kepada hal kecil yang kamu sukai dan buatlah hidupmu untuk menjadi menarik.

    LIKE IT!!

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...