Friday, July 5, 2013

Jangan Berhenti Bermain

*weheartit.com*




Jangan berhenti bermain!

Jika saya harus menciptakan sebuah mantra yang akan terus menerus saya ucapkan dalam hidup saya adalah, jangan berhenti bermain. Karena ketika kamu berhenti bermain kamu akan menjadi tua dan keriput.

Ketika menjadi dewasa, kita lupa akan seperti anak-anak. Kita lupa bagaimana caranya bermain. Bagaimana kalau sebaliknya, jangan pernah berhenti untuk menjadi anak-anak! Kamu silakan dewasa denga segala pengalaman dan disiplinnya. Tetapi, tetapah menjadi anak-anak dalam pemikiranmu.

Anak-anak tidak pernah segan untuk menjadi diri mereka sendiri. Anak-anak tidak pernah takut untuk melakukan kesalahan. Anak-anak tidak pernah takut ketika jatuh dan mencoba lagi. Dan satu hal: anak-anak itu tidak pernah berhenti untuk bermain.

Saya sedang menyelesaikan sebuah project tulisan saya. Dan kadang-kadang saya bosan. Saya harus mengakui bahwa, disiplin orang dewasa, suka membawamu untuk lupa bermain-main. Apalagi segala pekerjaan dan deadline yang harus kamu penuhi. Ketika kamu mengalai hal seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?

Sebutlah, kamu sedang bosan. Lalu kamu mengalami writers block. Lalu kamu bosan dengan laptopmu sendiri. Lalu tidak ada kata-kata yang meloncat keluar dari kepalamu ketika kamu hendak menulis. Dan hanya bosan! Yang saya lakukan adalah saya pergi bekerja dengan topi jerami saya. Anggap saja kamu sedang di pantai atau anggap saja kamu sedang liburan. Jika memang kamu harus pergi bekerja dengan menggunakan bikini kenapa tidak? Sayang sekali Bandung terlalu dingin untuk melakukannya.

Di suatu hari saya pernah bercita-cita bahwa saya kepingin pergi bekerja setiap hari dengan bikini oranye saya. Ketika di depan saya ada lautan biru yang luas. Pasir putih yang lembut. Dan saya dengan tulisan-tulisan saya.


Jangan berhenti bermain! Walaupun itu hanya ada di dalam imajinasimu! Peluk “bermainmu” erat-erat.

3 comments:

  1. Halo salam kenal kakak perempuansore. Saya suka sekali tulisan-tulisan anda. Postingan kali ini anda bahas mengenai rasa bosan. Sedikit berbagi, saya juga cinta sekali dengan literasi semacam menulis blog or anything. Beberapa minggu ini saya merasa bosan dengan kegiatan favorit saya sendiri. Saya juga tidak tahu pasti apa penyebabnya. Tapi saya rasa ini feedback dari kehilangan. Entah apa yang hilang dari diri saya? Apa menurut anda imaji itu butuh penarik? Agar dapat muncul dengan stabil.

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...