Saturday, July 20, 2013

#haloperempuansore edisi#1

Dear perempuan sore,

Selamat malam, Kak. Nama saya irene, maaf sebelumnya bila sok kenal. Entah sengaja atau tidak sengaja, suatu hari saya mencari stasiun-stasiun radio yang bisa menerima anak magang. Lama nge-stalk, saya malah menemukan akun twitter kakak. Kemudian saya melihat di profil alamat blog kakak, iseng-iseng saya menemukan blog perempuansore. Dan tidak tahu kebetulan atau hanya perasaan yang berlebihan. Saya merasa seperti dipertemukan dengan sosok yang selalu saya dambakan bila kelak sudah dewasa. Sosok itu adalah kakak perempuan sore. Saya memiliki cita-cita dan kesukaan yang sekarang menjadi kehidupan kakak. Saya merasa memiliki banyak kemiripan dengan kakak. Tapi itu mungkin berlebihan, ya? hehehe. (maaf yang tadi curahan hati, kak) Intinya, saya sangat suka membaca blog kakak, banyak tulisan yang menyentuh hati saya. Saya juga sangat percaya kata-kata yang kakak tulis ("Apa yang keluar dari hati akan menyentuh hati juga"). 

Jika tidak keberatan, maukah kakak berbagi sedikit pengalaman kakak. Bagaimana awal mula kakak membangun kehidupan kakak saat ini? Bagaimana membuat mimpi itu menjadi kenyataan? Saya ingin sekali menjadi seperti kakak. 

Maaf bila saya sok kenal sekali lagi dan agak berlebihan. Terima kasih bila kakak membaca surat saya ini. Tuhan memberkati.


**Suatu hari bisa kali ya, saya mengenal dan berbincang dengan kakak perempuansore secara langsung. hehehe**


Balasan dari Saya:

Halo Irene!

Ah, senang sekali dapet surat dari kamu. Terima kasih banyak sudah baca-baca blog aku. Dan semoga kamu dapet sesuatu dari sana.

Jika tidak keberatan, maukah kakak berbagi sedikit pengalaman kakak. Bagaimana awal mula kakak membangun kehidupan kakak saat ini? Bagaimana membuat mimpi itu menjadi kenyataan? Saya ingin sekali menjadi seperti kakak. 

Tentu saja, aku tidak keberatan. Oke, aku mulai kepingin jadi penyiar itu ketika aku kelas 2 SMP. Pada jaman itu, aku dan beberapa orang temanku sudah sering sekali nongkrong di radio. Minta rikwes lagu pake kertas. Dan rajin main ke radio. Nah, sejak saat itu aku sudah membayangkan bahwa aku akan menjadi penyiar radio ketika aku dewasa. Nah, semenjak lulus SMA, aku pindah ke Jogja. Ternyata tidak segampang itu karena ketika di Jogja aku pernah beberapa kali ditolak ketika melamar. Tapi itu nggak bikin patah semangat. Aku coba untuk ikut kursus Public Speaking dan semacamnya. Lalu sekitar tahun 2005, aku pindah ke Bandung. Nah, kota inilah jodoh aku. Setelah keterima di Unpad. Aku mencoba nekad menelepon ke dua radio perempuan sekaligus. Dan Sky FM (Sky FM akhirnya tutup di tahun 2010) ternyata membuka lowongan, aku lalu dipanggil. Sejak tahun 2005-sekarang aku masih siaran.

Ketika siaran, aku menemukan hobi aku lainnya, yaitu menulis. Aku mencoba bikin blog. Menulis pada blog friendster. Facebook. Sampai akhirnya bikin blog yang serius. Dan jadilah aku sekarang serius menulis.

Ketika mulai menulis, aku mulai mengajar Public Speaking. Dan ada saja jalannya ke sana.

Dari semua ceritaku ke kamu, aku mau bilang bahwa tidak ada yang mudah ketika “membangun” mimpi. Semua itu butuh modal: kerja keras. Awalnya mungkin hanya iseng bermimpi, tetapi ketika kamu mau mencapainnya, kamu harus berjuang. Sampai saat ini aku masih berjuang.
Kalau aku bisa, kamu juga pasti bisa?

Salam saya.
ps

*surat yang dipublish, berhak mendapat satu buah Teddy Bear dari #bearsfordear. Selamat!* 







2 comments:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...