Tuesday, June 19, 2012

Let's Talk EP by Homogenic








Tap tap tap.

Langkah kaki kecil itu mantap menuju ke sebuah tempat. Sepatu garis-garis merah kuningnya berayun lantang. Rok mini selutut dan sweter merah muda dengan kapucong membuat poninya menyembul keluar. Tampaknya ia hendak menuju ke sebuah tempat. Gadiskecil menyusuri trotoar panjang. Menghindari beberapa genangan air sisa hujan semalam.

Sebuah dompet kecil dengan mainan terjuntai dari pengaitnya dipegang erat di tangan kanannya. Di dalam hati ia bersenandung riang La la la la. Gadis riang itu hendak kemana.

Lalu lintas sekitar tidak ramai. Hanya satu dua mobil di sekitar jalan utama. Tiba-tiba ia berbelok pada sebuah gang kecil, dan kali ini langkahnya bertambah cepat.

Tap tap tap.

Begitu bunyinya. Di depan matanya kini, tinggal beberapa langkah lagi sebuah toko kecil bertuliskan “Let’s Talk EP” pada plangnya. Dengan lampu kelap kelip seperti lampu natal di sekitarnya. Ketika masuk ke dalamnya, ternyata itu adalah toko permen. Kerling mata gadiskecil itu terpancar seketika. Mulutnya sedikit menganga. Kepalanya celinguk ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu. Beberapa detik ia tampak terkagum-kagum akan toko tersebut.

Toko itu tidaklah besar. Berjejejer rak-rak mungil pada setiap dindingnya. Ada juga beberapa lemari tempat menyimpan toples-toples dengan segala bentuk. Isi dari toples-toples itu adalah gula-gula dengan segala rasa segala bentuk.

Tak heran jika gadiskecil itu begitu terpana. Butuh waktu yang cukup lama untuk akhirnya berkata kepada pelayan hendak membeli yang mana? ia pun berkata kepada pemilik toko yang mengenakan celemek warna-warni dengan rambut ekor kuda. Dan gadiskecil menunjuk kepada tujuh buat toples permen berwarna secara acak. Masing-masing toples yang ia pilih punya kertas putih yang bertuliskan nama permennya dan penjelasan singkat mengenai permen tersebut. Ia memulai dengan Utopia: yang ini rasanya meriah. Sekali coba mau lagi dan lagi. Dan mengandung adiksi yang cukup tinggi. Get Up and Go: kamu akan seperti badut yang melompat kegirangan. Tanpa malu-malu. Goyangkan kepalamu ke kanan dan ke kiri atas dan bawah. Dunia Ini Indah: keindahan tak hanya pada nada. Tapi juga liriknya. Dan percaya atau tidak keindahan itu menular. Takkan Berhenti Disini: akan membuatmu terngiang-ngiang selalu. Ketika mengulumnya di mulut ada sisa yang tidak pernah selesai. Walk In Silence: yang sepi tetapi manis. Bayangan Menari: heh hoh hehoh heh hoh hah. Bagian favorit yang cukup sexy. Langkah Menyepi: bagian ini akan membuatmu bersenandung ringan.

Tujuh toples tadi dan isinya dibungkus. Dibawa pulang oleh gadiskecil. Ia siap berdendang di jalan-jalan. Mendengarkan album ini seperti menghisap gula-gula. Siapkan dirimu untuk kejutan pada setiap rasanya.

Tap tap tap. Langkah kaki gadiskecil  terdengar riang. 

2 comments:

  1. Blog dan contentnya bagus, komentar juga ya di blog saya www.indojobfair.com

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...