Thursday, December 17, 2009

Arah Angin

kadang angin punya arah
ia tak sembarangan tertiup
atau meniupkan dirinya

semut juga tak pernah sembarangan berjalan
mereka selalu punya arah kemana kaki melangkah

perhatikan kumbang di taman yang tak sembarangan mengisap madunya
ia bahkan memilih bunga untuk dihisap sarinya

dan

pohon tidak sembarangan tumbuh
mereka selalu ada di tanah yang subur
untuk meneduhkan sekitarnya

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...