Saturday, February 6, 2016

Hari ke-4 : Surat Cinta kepada Dilale








Dilale sayang,


Indah itu tak selalu ada. Ada perasaan perasaan yang memang sifatnya hanya sementara. Untuk itu ketika mengerjakan segala sesuatu tidak seharusnya berlebihan.

Aku menamakannya rasa cukup. Di dalam kata cukup, tidak ada yang terlalu. Pada waktu aku belajar tentang rasa cukup ini rasanya seperti sedang menjalankan doa Bapa Kami.

Bapa Kami yang di Sorga, berilah  kepada kami makanan kami yang secukupnya.

Aku ingat Tuhan.

Aku ingat bahwa Ia memang tidak pernah berhenti pegang tanganku. Dalam masa-masa yang tidak bahagia. Tidak indah sekalipun. Dalam masa masa ketika sendiri. Dan sunyi.

Ia di sana pegang tanganku.

Di dalam ruang-ruang gelap, tidak ada satu manusia pun yang mengerti. Ia ada. Ia ada dan memberikan rasa berlebihan. Ia menyayangiku terlalu berlebihan.

Ketika aku sedang belajar tentang kata cukup, Dilale, Tuhan tidak kenal kata cukup untuk menyayangiku.

Aku sayang kamu, D.



Ibu. 

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...