Monday, February 1, 2016

Hari ke-3 : Surat Cinta kepada Dilale






Dilale sayang,

Ajaib. Satu kata yang dapat aku temukan dalam perjalanan ini. Ketika kanak kanak, cinta hanya sebatas berbagi bekal makanan. Menjadi remaja, cinta menjelma menjadi ciuman ciuman. Kemudian dewasa, cinta menjelma menjadi kehilangan dan menemukan.

Suatu waktu, aku pernah menulis seperti ini: ketika menemukan seseorang yang tepat, kau akan lupa pernah kehilangan panjang.

Tiap aku mengingat kata menemukan, selalu ada perasaan ajaib!

Begitulah, cinta, ia menemukan. Suatu hari dalam perjalanan yang cukup panjang ke sebuah pulau, ketika itu aku sedang bahagia, aku sedang mengerjakan masa depan, aku mengalir, rasanya tidak ada yang dapat menahanku. Ia, di sana. Berdiri dengan senyuman dan sepatu berwarna coklat.

Ia santun. Dengan gaya bicara alami, pelan, tidak dibuat buat. Ia penuh cerita. Ia sederhana: tapi ia tidak berani menatapku lama lama. Lucu, karena ketika itu di dalam sini, tidak ada debar sama sekali.

Yang terjadi malah, kami, bercerita seperti sepasang teman lama. Ia mengajakku pergi melihat hutan yamdena dan gugur bunga sakura. Kami sempat mampir menyaksikan matahari terbenam.

Malamnya, di hari yang sama, kami duduk di meja makan bersama tulang tulang ikan yang telah habis dagingnya. Aroma colo colo masih menyeruak. Aku menatap matanya, dan aku menemukan sesuatu: ia tidak mau aku pergi.

Begitulah cinta, ia menemukan. Menemukan aku dan jauh jauh membawaku kepadanya, Ayahmu.

Ketika cinta hinggap, Ayahmu  menulis: melawan cinta adalah perbuatan yang sia-sia.

Oh, Dilale sayang, kami tidak melawan. Kami bahkan roboh dibuatnya. Gusar, gelisah, berbunga bunga, rindu, dan rindu dibuatnya.

Dengar, Dilale sayang, tidak ada nasihat yang paling indah tentang cinta: selain dengarkan Ayahmu: melawan cinta adalah perbuatan yang sia-sia.

Kami menyayangimu,

Ibu.



2 comments:

  1. Kemaren absen, ya, The? Hehehe...gw ngikutin lohhh ...

    Romantis dan manis banget. Semoga kalian langgeng dan bahagia, ya ... gue ikut seneng dan ngerasain chemistry-nya gini bacanya :)

    ReplyDelete
  2. Salam kenal, Mbak Theoresia :) saya suka banget gaya penulisannya! Kalau berkenan, sila berkunjung balik ke belantara saya :)

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...