Saturday, January 30, 2016

Hari ke-1 : Surat Cinta kepada Dilale








Dilale.

Kau adalah pulau-pulau, dan kampung-kampung perawan, dimana ketulusan masih menyapa di jalan-jalan.


Ketika menulis ini, langit di kota ini sedang biru-birunya. Belum pernah aku melihat langit begitu mengkilat. Terkadang ada lengkung senyummu di sana. Ia tipis dan segar. Merekah seperti bunga-bunga bougenville di halaman.

Jika ada yang tersembunyi: itu adalah kekhawatiran-kekhawatiran. Mereka seperti tentara kesepian. Hinggap pada barak-barak peperangan. Apakah yang kita perangi? Kataku sambil menorehkan jariku di langit biru mengkilat tadi. Kali ini jariku membentuk lengkungan ke bawah. Tanpa sadar akupun membentuk titik-titik di sampingnya seperti hujan.

Hujan kini muram. Tidak lagi berdansa. Tidak lagi menjadi kegemaran. Kesukaan menunggu di jendela pun lenyap.

Cinta, Dilale.

Soal Cinta, bagaimana kekhawatiran bisa begitu berkuasa atasnya. Bukankah di dalam cinta tidak ada kekhawatiran, tidak ada ketakutan.

Karena ketika kekhawatiran itu datang, mereka bagai rayap, akan melahap kecantikan, kedalaman yang kau milikki, Dilale. Membuat buram mata, dan caramu memandang hidup, serta keyakinan-keyakinan, ah, mengenai keyakinan, aku ingat satu hal tentang percakapan kita pada suatu subuh ketika aku bertanya, dari manakah asal keyakinan? kau menjawab “soal itu, letaknya di dalam. Jangan mencarinya di luar.” Aku sepakat. Tidak ada keyakinan yang asalnya dari luar.

Seperti langit biru mengkilat, di hari ini, Dilale.

Ia tidak perlu membuktikan kepada orang lain, tentang warnanya yang cerlang. Biru yang terbit adalah jiwanya. Biru yang terbit adalah jiwamu. Jika suatu saat ia menjadi mendung dan muram, siapa yang berani mengatakan bahwa di alam biru tidak ada abu-abu.

Kalaupun abu-abu memakan yang biru hingga habis dan keriput: 

aku tetap menyayangimu. 

Kay Eli.










3 comments:

  1. Suka kata kata

    "soal itu, letaknya di dalam. Jangan mencarinya di luar.”

    Aku setuju. Itulah keyakinan

    ReplyDelete
  2. Tidak ada keyakinan yang asalnya dari luar.

    tapi tetap ada pengaruh dari luar, sebelumnya

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...