Thursday, August 21, 2014

Deadline dan Burger King






Saya bukan pemakan fast food. Tetapi dengan kesibukan menulis yang banyak akhir-akhir ini, saya sering bosan makan menu yang itu-itu saja. Dan menginginkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang asin. Sesuatu yang pecah di dalam mulut. Tetapi tentu saja lezat dan tidak terlalu berat.

Di sisi yang lain saya sangat menggemari keju. Bahkan jika makanan apapun yang dilaburi keju, saya bisa dengan cepat menghabiskannya. Akhir-akhir ini saya punya beberapa deadline menulis yang harus saya selesaikan. Jadwal menulis saya pun biasanya, ketika malam jelang pagi. Karena sepi. Dan pada waktu itulah saya merasa otak cukup tenang untuk berpikir.

Dan satu fakta lagi, saya suka sekali ngemil sambil menulis. Entahlah mungkin ini bukan contoh yang bagus buatmu, karena akan gampang membuat gemuk. Haha. Tetapi fakta lainnya, ngemil membuat saya sangat lancar menulis. Haha. Semuanya berkesinambungan. Sambung menyambung seperti rantai kehidupan.

Ketika itulah saya menemukan Burger King. Suatu hari ketika hendak pulang dari latihan bernyanyi, saya teringat bahwa pada malam itu juga saya harus menyelesaikan deadline. Iseng-iseng saya pergi ke Burger King untuk melihat apakah ada seuatu yang lezat yang bisa saya bawa pulang sebagai cemilan. Mata saya terpaku pada menu yang menggantung dan mencari kata “keju” atau “cheese” yang bisa saya temukan. Karena sudah pasti hal itulah yang akan saya beli.

Whopper Beef Bacon Cheese. Mata saya terpaku sejenak. Sebelum akhirnya memesannya. Air liur saya sudah menetes. Sama sekali tidak sabar. Tetapi saya harus menunggu. Dan berpikir-pikir untuk memesan sesuatu yang lain. Dan kemudian Chicken Fries oke juga.

Jadilah saya membawa pulang sekantong pesanan saya ke rumah. Sesampainya di rumah dengan sigap saya membuka laptop saya, mengeluarkan pesanan saya tadi: Whopper Beef Bacon Cheese dan Medium Onions Rings dan menikmati mereka perlahan-lahan. Saya suka tekstur roti dari Burger King. Tebal sekaligus empuk. Dan ketika dimakan bersamaan tanpa harus dipotong kecil-kecil, justru di situlah kenikmatannya. Saya menemukan beberapa tumpukan daging. Dua helai daging sapi. Dan keju diantaranya. Rasa keju hangat bercampur dengan daging sapi di mulut membuat, saya langsung melahapnya sampai habis. Tidak lupa menambahkan sedikit saus sambal akan menambah cita rasanya.

Medium Onion Rings dengan mayonaise adalah hal terakhir yang saya nikmati. Rasa ayam bercampur dengan kentang juga tidak kalah gurih. Tentunya tidak lupa saya meminta ekstra mayonaise. Karena saya adalah penggemar mayonaise juga.

Deadline malam itu berakhir dengan penuh semangat.

Jika kamu memilih makan di tempatnya, Burger King juga adalah tempat yang asik untuk dipakai makan beramai-ramai, terletak di PVJ Mall, Resort Level #A-16 & Sky Level #05C, Bandung ini sangat representatif.

Dan ada satu lagi, jika memang kamu sama sekali tidak memiliki waktu untuk datang ke Burger King secara langsung, kamu bisa memesannya secara online melalui foodpanda. foodpanda merupakan delivery makanan online, selain di bandung, foodpanda juga ada di beberapa kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bali, Medan dan Makassar. Untuk pengguna baru seperti saya, ada diskon voucher sebesar Rp. 30.000, sangat menguntungkan dan mudah jika saya lapar malam-malam dan malas untuk pergi ke restoran dan bisa juga mendownload aplikasinya di sini, untuk apple store, google play atau windows store.


Selamat mencoba! 

1 comment:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...