Friday, June 20, 2014

[semacam review] Menonton Cahaya Dari Timur: Beta Maluku













Cahaya Dari Timur: Beta Maluku adalah film yang membekas. Mebuatmu terjaga dalam setiap adegannya. Menonton film ini seperti membuka kardus usang, yang hampir berdebu, selama ini diletakkan di bawah tempat tidur, ketika dibuka dan di sana banyak ditemukan kenangan lama. Kenangan yang bisa jadi malah membuat kita lebih kuat.

Salembe adalah anak yang banyak menyimpan kenangan itu. Ia dan teman-temannya yang sedari kecil mengalami pahit yang mungkin tidak seharusnya dialami oleh mereka. Tapi ternyata pahit itu memang diijinkan, supaya kelak mereka bisa mencipta rasa manis.

Tokoh utama di salam film ini Sanny Tawainella adalah destiny. Ia tidak megah seperti kebanyakan pembuat perubahan. Ia bahkan jauh sekali dari kehidupan gemerlapan. Tetapi ia seperti lilin kecil, yang cahayanya mampu menerangi kegelapan paling buta sekalipun.

Menonton film ini, menampar wajah saya dengan sebuah pertanyaan besar “saya sudah berbuat apa?” pertanyaan ini bukan hanya kepada diri saya sendiri, tetapi juga kepada diri anak muda Maluku lainnya. “Katong semua sudah berbuat apa?”

Ternyata niat baik saja tidak cukup. Niat baik tanpa melakukan apa-apa sama dengan kosong dobol. Kekalahan tepat kepada diri sendiri. Kemenangan Tim Maluku yang diceritakan di dalam film ini hanyalah bonus. Bonus supaya saya dan setiap orang muda lainnya belajar tentang sebuah perjalanan.

Tetapi kemenangan sejati adalah ketika Sanny Tawainella berhasil “berbuat” ia tidak tinggal diam, ia menerobos tembok agama, denominasi, mendobrak sebuah kepercayaan tanpa kehilangan prinsip, dengan sebuah tagline: Beta Maluku!  

Sampai di sini pekerjaan rumah saya dan kamu bukan hanya menonton filmnya, terkagum-kagum, merinding, tercengang, berlinang air mata, atau perasaan emosional lainnya yang akan keluar.

Tugas saya dan kamu adalah seperti seorang Sanny Tawainella: membangun jiwa. Tidak hanya tulus. Tetapi berbuat di dalam ketulusan.

[catatan kaki: salut kepada semua tim Cahaya Dari Timur: Beta Maluku yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu untuk ketulusan yang tidak terucap tetapi terasa ketika menonton film ini.]


1 comment:

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...