Tuesday, June 17, 2014

Membaca Rahasia Renjana






gambar dari googling. 




Membaca Rahasia Renjana, Prita Prawirohardjo hanya dalam semalam. Saya begitu hanyut. Satu dari beberapa cerita itu adalah saya. Membaca Rahasia Renjana seperti membaca diary, diary hati. Terasa atau tidak, setiap hati kadang terlanjur menyimpan rahasia. Hati seperti dipaksa untuk “menyembunyikan.” Lalu apa rahasiamu?

Rahasia Renjana tidak hanya menyuguhkan cerita, tetapi rasa. Setiap kita diajak untuk turut icip setiap rasa yang ada. Rasa jatuh cinta, kehilangan, melepaskan, menyembunyikan. Semuanya dirasakan dengan jujur. Toh makna jujur dalam hal ini adalah bukan kepada orang lain melainkan ke diri sendiri. Seperti anak remaja, menulis diary dengan kode-kode lalu digembok. Seperti itulah Rahasia Renjana akan membuatmu menebak segala teka tekinya.

Ketika membaca Rahasia Renjana, saya teringat kata “punggung.” Sesuatu yang terletak di bagian belakang tubuh manusia ini, adalah penumpu tubuh. Tetapi dengan hanya melihat punggung, itu bisa membuat seseorang jatuh cinta. Lainnya, punggung juga bisa bercerita tentang rahasia. Rahasia ada yang disimpan, tetapi ada juga yang dibagi. Dibagi kepada siapa, tentunya dengan orang dekat. Bukankah hanya orang dekat yang biasanya mampu melihat punggung kita dengan jelas. Dan bahkan tahu setiap jerawat yang tumbuh di sana.

Rasanya Prita seperti mengajak saya bukan untuk melihat punggung saya. Tetapi melihat punggung orang lain. Melihat punggung orang dekat saya. Tempat di sana saya pernah jatuh cinta, memeluk punggungnya dari belakang, kemudian melepaskannya perlahan. 


[silakan dapatkan buku Rahasia Renjana di http://nulisbuku.com/books/view_book/5598/rahasia-renjana dan follow Prita Prawirohardjo di @prita165]

2 comments:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...