Monday, June 27, 2016

Mencintai Adalah Persoalan






Mencintai adalah persoalan membangun: membawa selalu ke dalam hal-hal yang baik. Jika yang satu sedang sedih, yang lain akan menjadi penghibur. Jika yang satu sedang berada di bawah, yang lain akan berfungsi menggendong.

Mencintai adalah persoalan beriringan: tidak ada yang berjalan duluan atau tertinggal di belakang. Tetapi bersama-sama. Bersisian. Seperti ucapan terima kasih. Jika terima saja tanpa kasih. Kita akan mudah gemuk mencinti diri kita sendiri. Dan jika kasih saja tanpa terima, karena kita akan terhisap habis. 

Mencintai adalah persoalan mengampuni: setiap kesalahan, masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Mengampuni diri sendiri. Sama halnya dengan mengampuni orang lain. Mencintai diri sendiri. Sama halnya dengan mencintai orang lain. Memperlakukan diri sendiri sama seperti memperlakukan orang lain. Tidak ada kesempurnaan yang paling sempurna selain mampu untuk mencintai sekaligus mengampuni orang lain.

Mencintai adalah persoalan saling mengingatkan: saling mengingatkan dimana dan kapan saja. Tidak boleh lupa. Atau sengaja melupakan. Saling mengingatkan melalui hal-hal kecil: pesan pendek, telepon panjang, status di media sosial, sentuhan, ciuman, tatapan mata. Segala sesuatu dapat menjadi media untuk saling mengingatkan. Bahkan di dalam doa dan saling mengingat.

Mencintai adalah persoalan berbagi: berbagi hal-hal jasmani dan rohani. Berbagi selalu menyenangkan. Karena sifatnya spiritual. Berbagi dapat dimulai dari hal yang paling sederhana seperti berbagi kopi, berbagi ciuman, berbagi sentuhan, berbagi cerita, berbagi tempat tidur, berbagi pelukan, berbagi kesedihan, berbagi tawa, berbagi kesenangan-kesenangan kecil, berbagi rahasia yang paling gelap. Setiap orang yang mencintai dan memahami bahwa itu adalah persoalan berbagi. Sesungguhnya juga belajar untuk menjadi manusia.

Mencintai adalah persoalan keutuhan, penuh, lengkap: saya tidak yakin, manusia dapat mencintai orang lain sungguh-sungguh dengan kekosongan. Ia harus berisi terlebih dahulu. Ia harus penuh dengan cinta. Karena cinta yang sama yang akan ia alirkan kepada orang lain. Bahkan mungkin lebih. Ini masalah kesiapan. Jika merasa belum siap, tidak ada masalah dengan mempersiapkan dirimu untuk penuh terlebih dahulu. Jika tidak, kita akan dengan mudah menghisap kepenuhan orang lain. Dan lama kelamaan, mereka menjadi kering.


Mencintai adalah persoalan mengusahakan: bekerja keras untuk cinta. Setiap hari dari pagi hingga pagi lagi. Sebuah pekerjaan besar yang tidak boleh berhenti sampai mati. 

Thursday, May 26, 2016

Just Living Your Most Authentic Life











Satu hal yang patut saya syukuri adalah kemampuan multipotential yang ada di dalam diri saya. Oh, saya tidak katakan bahwa kemampuan yang saya miliki itu mungkin lebih baik dari orang lain. Tetapi harus diakui bahwa perempuan memang harus punya satu hal yaitu: percaya kepada dirinya bahwa ia memang dapat melakukan apapun yang ia mau. Hal kedua yang harus dimiliki yaitu: keberanian. 

Saat ini saya memutuskan untuk lebih berkonsentrasi mengerjakan hal-hal yang saya tahu, saya punya kemampuan terbaik di situ, tidak ada orang lain yang dapat melakukannya selain saya. Hanya mengerjakan hal-hal yang saya suka. Saya lakukan itu untuk memuaskan diri saya dan bukan orang lain. 

Merantau sejak usia 16 tahun, hingga sekarang memberikan kepada saya satu nasihat tentang bagaimana kita sebagai perempuan harus bekerja keras dan sekali lagi percaya kepada kemampuan diri kita sendiri. Saya ingat ketika pertama kali meginjakkan kaki di Bandung, dan ketertarikan saya untuk menjadi seorang penyair begitu kuat. Yang saya lakukan adalah dengan nekat saya menelepon ke dua radio yang saya tuju. Ketika itu di telepon saya ingat, saya berkata begini “halo, nama saya Theo. Saya mau bertanya saya tertarik untuk jadi penyiar radio dan apakah ada lowongan di radio anda? Karena saya tertarik untuk mencoba?” padahal waktu saya sungguh tidak punya modal apa-apa. Yang saya punya hanya keberanian. 

Tapi akhirnya mimpi saya untuk menjadi penyiar radio tercapai sudah. Sembilan tahun saya mencicipi bekerja di radio dan bertemu dengan banyak sekali figur “terkenal” dari musisi, penulis, hingga komunitas kreatif. Bukan hanya bertemu tapi mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai mereka. Berbagai aktivitas di radio pun saya coba: reporter, produser, script writer. Dari mulai siaran tendem, siaran prime-time, hingga punya acara sendiri. Semuanya saya lakukan dengan kesenangan. Pada saat itu setiap penyiar yang seangkatan dengan saya pasti akan menjawab jujur bahwa honor bekerja di radio dapat dikatakan murah. Tapi kami punya kepuasan tersendiri untuk menjadi penyiar radio. 

Ketika di radio, saya lalu mengasah kemampuan menulis saya. Dari mulai menulis di blog friendster awalnya, kemudian berpindah ke multiply, lalu ke notes facebook, kemudian ke blogspot. Sampai sekarang saya masih bertahan di blogspot, mengelola blog ini, dan membuat satu web lainnya yaitu www.moluccaproject.com dan menjalaninya sekarang. 

Kemudian mendapat kesempatan membuat buku kumpulan puisi dan kumpulan cerita pendek. Tidak berhenti di situ, saya juga mengelola kelas public speaking saya, bagaimana mengajari orang-orang untuk berani berbicara di depan umum. Saya tidak lagi di radio, tapi sesekali saya masih menjadi MC untuk acara-acara tertentu, dipakai menjadi moderator, atau mengisi voice-over untuk acara-acara yang membutuhkan. Saya bernyanyi. Saya pernah mengajar vokal untuk kawan-kawan difabel. Saya menulis puisi. Saya mengumpulkan anak-anak muda kreatif untuk web saya di Molucca Project. Saya membuat brand. Lalu sedang berpikir untuk mulai membangun bisnis di sana. 

Dan ketika ditanya apakah pekerjaan saya? 

Hm, jujur, saya tidak tahu harus menjawab apa. Saya mengerjakan banyak. Saya tidak terdefinisikan oleh apapun juga dan oleh siapapun juga. Dan pada saat itulah saya merasa saya hanya sedang menjadi diri saya. I’m just living my most authentic life. 

Untuk menjalani hidup yang otentik butuh keberanian. Keberanian untuk menemukan siapa dirimu sebenarnya. Seperti yang Ayah selalu katakan kepada saya diberkatilah pekerjaan kecil-kecil yang saya lakukan. 

Monday, May 23, 2016

Memberi Ruang




* gambar dari tumblr

Sebaiknya kita, saya dan kamu memang memberi ruang dalam kehidupan kita. Ruang untuk menyepi dari berbagai gangguan. Ruang untuk mengenal dirimu sendiri lebih dalam. Menyepi dan memutuskan untuk tidak gampang terganggu dari orang lain seringkali memang terlupakan. Karena banyak orang takut sendiri. Banyak orang tidak mau menghadapi kesendirian. 

Ketakutan-ketakutan itu kemudian membuat orang-orang tidak mau sendiri, padahal setiap dari kita harus memberikan ruang: hanya ada saya dan diri saya. Tidak peduli betapa bisingnya dunia di luar kita, kita harus bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan diri kita di dalam. Tetapi bagaimana itu dapat terjadi, jika seringkali kita, saya dan kamu masih saja merasa takut. 


Dilale : Kutipan Sayang Buat Kamu!









Dilale. 

Satu kata paling dekat dan melekat dengan Dilale adalah Sayang. Dilale bahkan tak pernah ditemukan muncul sendiri. Ia selalu diucapkan beriringan dengan kata sayang, "Sayang Dilale!"

Sayang Dilale adalah ungkapan kasih yang luas. Seluas kehidupan manusia, tua-muda, perempuan-laki-laki, anak-orang tua. Suatu ungkapan dari rasa cinta yang dalam dan luas.

Dilale datang dari cinta yang luas dan dalam. Dilale adalah ungkapan cinta.

Dilale 
made by love,

words and quotes by theoresia rumthe & weslly johannes
handwriting by sugar


kutipan satu




kutipan dua


silakan dapatkan kutipan sayang dilale dalam bentuk totebag yang bisa kamu bawa atau kamu hadiahkan kepada kekasih.


dibuka pre-order 19-26 Mei 2016

totebag bahan kanvas
warna putih (dengan kutipan berwarna hitam)
lebar : 34 cm 
panjang : 40 cm 
tebal : 7,5 cm 
IDR 150K (belum termasuk ongkos kirim)


-

Format Order


pesan dengan kirim email ke moluccaproject@gmail.com 

DENGAN SUBJECT : SAYANG DILALE
nama + pilih kutipan kamu + berapa pcs + alamat + nomer telepon 

*mengenai dilale di-publish juga di http://www.moluccaproject.com/ *




Thursday, May 19, 2016

Kelas Kopi yang Menyenangkan di 5758 Coffeelab












Hari itu saya bangun pagi, mandi, memakai celana pendek dan sepatu keds kesukaan. Dan sedikit terburu-buru, saya mendapat undangan untuk menghadiri sebuah kelas kopi di 5758 Coffeelab. 

Oke, pertama-tama saya memang penyuka kopi. Tapi saya tidak pernah tahu tentang hal-hal yang lebih dalam tentang kopi. Yang saya tahu selama ini, jika banyak pekerjaan yang harus saya lakukan maka saya akan ditemani dengan kopi hitam. Itupun biasanya diseduh sederhana saja. Dan jika sedang kepengin centil saya tambahkan sedikit gula. 

Hal kedua jika hari itu saya tahu bahwa tidak banyak pekerjaan dan yang akan saya lakukan adalah duduk, melamun, dan membaca dan menulis-nulis di dekat jendela sebuah coffee shop maka yang saya pesan adalah secangkir cappuccino. 

Tetapi, hari itu ketika saya tiba di 5758 Coffeelab, yang terletak di kompleks pondok hijau indah di daerah Gegerkalong Bandung, saya melihat sebuah bangunan yang terletak di antara ruko. Pertama kali melangkahkan kaki ke dalam, ada sebuah ruangan yang cukup luas dengan interior yang beruansa coklat. Sofa dan meja-meja mungil berwarna senada. Membuat ruangan 5758 Coffeelab terasa hangat. 



Kelas lalu dimulai, Mas Adi Taroepratjeka, yang hari itu mengajar, sangat komunikatif. Ia memulai dengan memperkenalkan bagaimana cara menyeduh kopi dengan beberapa teknik manual yaitu: frenchpress, kalita wave, chemex, dan V 60. 

Dari empat teknik seduhan manual ini, saya dapat merasakan rasa kopi hitam yang berbeda-beda. Padahal jenis kopi, liter air yang digunakan, rasio, dan temperatur yang digunakan sama. Dan dari empat teknik seduh yang berbeda-beda ini, kesukaan saya adalah dengan teknik Chemex. Karena kopi yang dihasilkan dari teknik ini warnanya lebih pekat dan rasa kopinya tidak terlalu pahit. 

Selain itu Mas Adi lalu juga memperkenalkan kepada kami apa itu Espresso, Americano, Long Black, Dan Cappuccino. Berbekal pengalaman mengenal kopi dan cara menjelaskan yang sangat menarik. Saya pikir Mas Adi lebih cocok disebut sebagai pendongeng kopi ketimbang peminum kopi. 

Kelas kopi hari itu berjalan dengan sangat menyenangkan. Semua orang bersenang-senang dan mengobrol dengan meriah. Ada keasyikan tersendiri ternyata, ketika punya pengetahuan tentang kopi. Dan megikuti kelas kopi di 5758 Coffeelab sangat saya rekomendasikan. Tidak hanya itu jika kamu mau datang dan hanya ingin menikmati kopi dengan sahabat-sahabat, tempat ini juga bisa menjadi pilihan. 

suasana di kelas kopi

Tidak hanya mengenal tentang hal-hal baru tentang seduhan kopi. Tetapi lidah saya pun belajar mengenali rasa yang berbeda dari jenis kopi yang sama dan itu ajaib. Seperti kata Mas Adi, di ujung hari setiap orang yang melelahkan mereka hanya butuh bengong dan minum kopi yang enak. Jangan lupa follow instagramnya di @5758coffeelab dan nikmati kebengongan yang menyenangkan di sana. 


*picture taken by desiyanti. 


Featured Post

Sebuah Catatan Tidak Kreatif Tentang Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai, adalah sebuah buku yang sedang kamu tunggu. Ia lahir sebentar lagi, tepat di 16 A...