Wednesday, September 7, 2016

"Amboina, Kekasihku"





Theoresia Rumthe & Weslly Johannes satu puisi bersama untuk 441 tahun Kota Ambon Manise
"Amboina, kekasihku" : 




Saturday, September 3, 2016

Sebutkan Satu Tempat Yang Mendatangkan Inspirasi: (1) Kamar













Kamar yang sudah saya huni lima tahun ke belakang ini. Kamar yang tidak dapat dibongkar lagi tata letaknya karena keterbatasan ruang. Kamar sewaan ini menyatu dengan sebuah rumah bergaya Belanda di daerah Dago dengan halaman samping yang cukup luas dan asri. Saya jatuh cinta dan memilih untuk tinggal di sini karena halamannya. Dan kamar inilah yang saya miliki satu-satunya. Karena ketika kembali ke rumah orang tua saya di kota Ambon, saya harus berbagi kamar dengan Hana, keponakan saya. Jika kakak perempuan saya yang lainnya juga kebetulan sedang pulang, maka jadilah kami bertiga berbagi kamar tersebut.

Bagi saya kamar itu rahasia. Bukan hanya menyimpan ide-ide yang ditulis secara acak di dalam catatan harian. Melainkan bagaimana melihat ide-ide tersebut suatu hari akan melompat keluar dan menjadi kenyataan. Tidak hanya itu kamar juga menyimpan catatan-catatan lama tentang kegagalan maupun keberhasilan yang pernah dicapai di masa lalu. Kamar juga terdiri dari pemberian-pemberian: barang-barang kesayangan dari orang-orang yang pernah singgah di dalam kehidupan. Kamar juga terdiri dari bingkai foto baik lama maupun baru yang sengaja saya simpan untuk sekedar merasa dekat dengan orang-orang kesayangan. Kemudian mengingat-ingat hal-hal terbaik yang pernah mereka berikan kepada saya.




Kamar saya juga begitu istimewa. Karena saya banyak menyelesaikan tulisan-tulisan saya di sana. Ada banyak juga tulisan yang tidak selesai. Mereka ada di dalam tumpukan acak buku-buku begitu saja, atau ada di dalam folder laptop yang juga acak. Tetap mereka adalah jejak-jejak yang juga meramaikan kamar saya.





Kamar saya adalah percakapan-percakapan. Ia menjadi saksi bisu percakapan-percakapan saya dengan kekasih di telepon. Tidak hanya itu kamar juga menjadi sebuah tempat yang baik untuk bercerita seorang diri dan merenung apalagi tengah malam ketika kepala ini sedang penat.



Persoalan teknis lainnya adalah kamar selayaknya memang difungsikan sebagai tempat tidur. Tetapi kini kamar dapat menjadi sebuah tempat yang paling berbahaya jika kamu pandai menyusun rencana.

Friday, September 2, 2016

Pengumuman Dari Keliaran Di 'Tempat Paling Liar Di Muka Bumi'











Selamat hari Jumat, sudah ngopi? 
Ada sedikit pengumuman dari keliaran di 'Tempat Paling Liar Di Muka Bumi' yang akan kami beritahukan kepadamu. Namun sekali lagi, terima kasih banyak untuk partisipasi yang sudah diberikan kawan-kawan untuk tempat paling liar di muka bumi selama bulan Agustus kemarin. 
Silakan menuju akun instagram tempat paling liar di muka bumi
: @tempatpalingliardimukabumi dan LIKE foto favorit kamu.

salam manis, 
theoresia & weslly 

Sunday, August 28, 2016

Dapatkan Notebook Sayang Dilale Dari Tempat Paling Liar Di Muka Bumi!












Dear kawan-kawan pecinta notebook,

Notebook ini adalah hasil kolaborasi @journ_al_ey (notebook handmade by, @citrariniceria) X sayang dilale. Pada cover depan notebook tertera dua penggalan puisi, yang sengaja dipilih dari buku puisi @tempatpalingliardimukabumi yang akan terbit 29 September 2016:

1. "aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran"

2. "berbahagialah mereka yang mencintai dengan merdeka"

Spesifikasi notebooknya: A5 21 x 15 cm / Hard Cover / 144 halaman /12 Lembar Monthly Planner / 60 Plain Paper / berisi satu surat cinta untuk dilale / Price 200K  belum termasuk ongkos kirim.

OPEN ORDER: 29 Agustus - 5 September

Silakan pesan ke theoresiarumthe@yahoo.co.id dengan format NOTEBOOK SAYANG DILALE : nama + alamat + no telepon + nomer puisi.

-

Photo by, Sindhu @banyusekti

Handwriting quote by, @nlapratiwi

Wednesday, August 24, 2016

Sebuah Kabar Gembira Dari Tempat Paling Liar Di Muka Bumi:









Halo kawan-kawan kami punya sebuah kabar gembira bagi yang ingin pergi bersama kami ke tempat paling liar di muka bumi. Tapi sebelumnya mari berkenalan dulu dengan apa itu ‘Tempat Paling Liar Di Muka Bumi.’

Kami memulainya pada tahun kemarin, awal Agustus yang sejuk di kota Ambon. Mulanya hanya iseng mengajak berbalas puisi lewat pesan singkat di telepon genggam. Berbagi hal-hal sehari-hari dengan indah pelan-pelan menjadi kesenangan. Dengan modal nekad dan saling sayang, maka lahirlah puisi-puisi pendek karya kami dua hari sekali, dua minggu sekali, atau jika sedang tidak mood satu bulan sekali. Tetapi jika dikirimi puisi maka pihak yang dikirimi harus segera membalas. Dengan jarak kota yang berbeda pada saat itu Bandung dan Saumlaki.

Ide membuat buku puisi baru muncul pada bulan Maret tahun ini. Kami sedang menikmati kopi di Workshop Coffee, Ambon. Berdiskusi tentang hal-hal seputar sastra dan kreativitas orang muda. Di antara banyak soal yang kami bicarakan, muncullah ide untuk membukukan puisi-puisi kami. Maka malam itu juga kami mengirimkan surat elektronik kepada pihak penerbit. Sejak saat itu balas-balasan surat elektronik dengan penerbit pun berlanjut.

Sepanjang perjalanan mengumpulkan puisi, kami berpikir untuk mengajak dua ilustrator keren yang telah ikut menginterpretasi karya kami. Mereka adalah Lala Bohang dan Theizard Saiya. Lala dengan karya-karyanya yang sudah tidak diragukan lagi. Sementara Theizard Saiya, pelukis penuh gairah asal kota Ambon, Maluku, ini telah berhasil mengambil hati publik, juga kami, dengan torehannya di atas kanvas. Theizard tidak hanya menyumbang ilustrasi di dalam buku ini melainkan juga menciptakan karya keren yang jadi sampul depan buku kami. Untuk design sampul dibantu oleh Grace Sahertian dan Gramedia Pustaka Utama. 

Foto kami yang disertakan di bagian ‘Tentang Pengarang’  adalah tangkapan artistik Tiara Salampessy, seorang fotografer muda berbakat. Kami senang karena Windy Ariestanty, penulis dan pecinta perjalanan ikut memberikan komentar pendeknya untuk buku ini. Kami pun senang karena Irfan Ramly, penulis skenario film ‘Cahaya Dari Timur’, juga menyumbangkan komentarnya.

Tidak hanya sampai di situ, kami pun mengajak kawan-kawan untuk turut serta dalam kampanye ‘Sebelum Pergi ke: Tempat Paling Liar Di Muka Bumi’ sejak awal Agustus lalu. Kampanye ini bukan sekedar kampanye, melainkan sebuah ajakan untuk menjadikan ‘Tempat Paling Liar Di Muka Bumi’ sebagai proyek kolaborasi besar-besaran.

Sekarang tibalah saatnya bagi kami untuk mengumumkan bahwa Tempat Paling Liar Di Muka Bumi hari ini telah turun cetak dan akan terbit pada 29 September 2016. Kawan-kawan di luar Jawa dapat menikmati Tempat Paling Liar Di Muka Bumi paling lambat dua minggu setelah buku puisi ini terbit.

Demikianlah kabar gembira ini kami buat dan kami hantarkan kepada kawan-kawan sekalian. Terima kasih banyak untuk perhatiannya. Mari pergi bersama kami ke Tempat Paling Liar Di Muka Bumi!

salam sayang,
sepasang kekasih yang mengajak kamu untuk pergi ke tempat paling liar di muka bumi,


theoresia & weslly

Featured Post

Sebuah Catatan Tidak Kreatif Tentang Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai, adalah sebuah buku yang sedang kamu tunggu. Ia lahir sebentar lagi, tepat di 16 A...