Monday, September 24, 2012

Gonna Miss You, Oma Jawa





Saya termasuk yang jarang sekali pulang kampung. Setelah hampir lima tahun, pulang kampung terakhir yang saya lakukan adalah setahun kemarin. Sekitar bulan Oktober, saya pulang untuk sebuah event yang diselenggarakan di Ambon yaitu Ambon Jazz Festival.

Dan sekitar akhir Agustus kemarin saya harus pulang karena Oma meninggal. Saya dapat kabar Oma meninggal ketika sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan konser Glorify The Lord Ensemble “Make a Change” di Bandung.

Tapi memang jika waktunya kamu harus pulang. Maka kamu memang pulang. Oma Jawa biasanya beliau disapa. Saya besar dengannya. Sebelumnya saya pernah menulis tentang beliau. Nama aslinya adalah Sutijem (baca: Sutiyem) perempuan asli Jawa, Ambarawa yang bertemu dengan Opa saya yang asli Ambon – Kei. Mereka bertemu pertamakali di Semarang. Dan akhirnya menikah. Oma ikut Opa tinggal di Ambon.

Berpuluh-puluh tahun tinggal di Ambon membuat beliau tidak meninggalkan kejawaannya. Saya masih mendapati Oma memakai jarik dan konde. Saya juga masih mendapati beliau menggunakan bahasa Jawa sehari-hari.

Ketika saya sampai saya hanya melihat Oma Jawa di peti. Beliau begitu cantik. Seperti tidur saja. 

Malamnya kami mengadakan malam penghiburan di rumah. Bunyi terompet dan suara nyanyian bersahut-sahutan. Rumah tua tempat saya, kakak, dan sepupu-sepupu saya dibesarkan dipenuhi dengan orang yang datang.

Kematian seperti menyadarkan saya bahwa hidup hanya adalah pinjaman. Kelak kita semua akan mengembalikan “pinjaman” ini kepada pemilik yang sebenarnya.

Pada kebaktian penguburan, Ayah selaku orang yang dituakan berbicara mewakili keluarga besar kami. Satu catatan penting yang Ayah katakan bahwa “Oma selalu rajin ke gereja. Dan beliau selalu setia melakukannya setiap minggu.”

Oma Jawa dengan kesetiannya kepada Tuhan. Juga kesetiaan cintanya kepada Opa. Dan kepada rumah tua kami di Kudamati. Membat saya belajar banyak.

Gonna miss you, Oma Jawa. 

1 comment:

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...