Tuesday, November 28, 2017

Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Menulis Puisi










Hari Minggu kemarin di sore bersama perempuan sore, saya mengadakan workshop: Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Menulis Puisi. Saya mengawali workshop dengan mengatakan kepada peserta bahwa, "ini hanya cara-cara tidak kreatif, jadi santai saja. Tak perlu mengharapkan banyak dari workshop ini." Kenapa judulnya adalah Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Menulis Puisi? ya, sudah terlalu banyak orang kreatif di muka bumi ini. Sudah jarang, orang-orang yang biasa-biasa saja. Namun sebenarnya ini adalah cara untuk mengajak peserta bermain-main dengan kata bukan hanya di dalam kepala, melainkan yang juga ada di sekitar mereka. Kata-kata yang berserakan itulah yang kemudian dapat dipindahkan untuk membuat satu bait pendek puisi.

Sebelum saya dan peserta bermain-main, saya menceritakan tentang pengalaman menulis sekelebat. Sekelebat adalah sebutan yang saya tujukkan kepada satu cara menulis yang saya lakukan ketika pertama kali saya bangun tidur. Kalimat-kalimat acak dan tidak beraturan yang muncul di dalam kepala itulah yang saya tulis. Kemudian pengalaman selanjutnya yang saya bagikan adalah menulis jurnal mimpi. Ada sebuah masa ketika malamnya saya bermimpi dan paginya ketika saya bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah menuliskan kembali apa yang saya mimpikan semalam. Sebuah pengalaman unik, karena mimpi biasanya sangat acak dan absurd. Tapi itu kemudian menjadi sebuah pengalaman yang unik dan menyenangkan. Sayang sekali, akhir-akhir ini saya sudah jarang mendapat mimpi. 



foto oleh nicky borneo

Saya kemudian mengajak peserta untuk melakukan percobaan dengan meraba, menghirup, mencicipi: biji kopi, kopi bubuk, dan gula. Dan menuliskan pengalaman yang mereka rasakan ketika mereka melakukannya. Percobaan selanjutnya adalah dengan membuat puisi dari tiga kata terakhir yang ada di percakapan whatsapp, dengan judul buku yang ada di dalam ruangan itu, kemudian "mencuri" tiga kata dari satu puisi kesukaan masing-masing peserta. 

Cara-cara tidak kreatif untuk menulis puisi yang dilakukan di ruang perpustakaan Mr. Guan Coffee & Books di jalan Tampomas no. 22 Bandung berjalan dengan santai, penuh tawa, dan rasa kejut. Hal tersebut disebabkan bahwa peserta bahkan tidak menyangka bahwa mereka dapat bereksperimen untuk menulis puisi bahkan dari hal-hal kecil yang terdapat di sekitar mereka.

Sebelum pertemuan itu usai, saya memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis puisi secara berantai. Semua yang ada di dalam ruangan itu mendapat kesempatan untuk menulis tanpa terkecuali. Puisi berantai itu dimulai dengan kalimat-kalimat ini, "matahari tidak pernah kehilangan dirinya sendiri meski bulan mencuri degupnya."

Cara-cara tidak kreatif untuk menulis puisi, adalah sebuah cara memaknai keseharian dan merayakan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Sebab kita tidak akan pernah tahu bahwa cara-cara tidak kreatif tadi, pada akhirnya akan membawa kepada sebuah hasil yang mengejutkan. 






No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...