Showing posts with label bakul project. Show all posts
Showing posts with label bakul project. Show all posts

Sunday, June 30, 2013

Halo perempuansore!










Dalam rangka akan serius dengan perempuansore. Sebelum menjadi dotcom atau dotnet. Saya masih belum tahu. Akhir-akhir ini saya sedang kepikiran untuk membuat sebuah sebutlah “segmen” baru di perempuansore.blogspot.com yaitu: menulis surat.

Namanya: Halo perempuansore! Kamu bisa menulis surat kepada perempuansore yang isinya apapun, bisa pertanyaan, diskusi, atau hal-hal yang mungkin kamu sendiri sukar untuk mengungkapkannya kepada orang lain, tetapi kamu mau membaginya kepada saya.

Note: asal bukan surat hutang, surat cerai atau surat perjanjian sebelum menikah. *kidding

Akan ada satu surat yang akan saya pilih. Dan akan saya jawab. Lalu akan saya publish ke blog.
Nah, segmen Halo perempuansore! akan dimulai bulan Juli. Akan terbit satu bulan sekali, setiap hari Minggu, di minggu ke-3. 

Surat yang akan di-publish pada blog perempuansore akan saya kirimkan boneka Teddy Bear cantik dari @bearsfordear customized Teddy Bear for Your Special Occasion. Order and feel free to ask via Whatsapp/Line/Katalk/Sms : 08996806176 / 087823255511. Instagram : Bearsfordear.

Ini contohnya: 

 terima kasih @arfaustina pemilik bearsfordear yang sudah berbaik hati :)

Silakan menulis surat kepada perempuansore ke alamat email:


Saya tunggu!

Thursday, April 18, 2013

Kenapa Harus Menulis?


“Orang boleh pandai dalam setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” [Pramoedya Ananta Toer]

Saya memulai menulis karena saya suka membaca. Ada sebuah proses serius yang diawali sebelum kita menulis. Bagi saya, tidak ada jalan lain selain membaca. Saya pernah bertemu dengan seorang penulis dalam sebuah interview, dan saya tidak setuju, bahwa setiap orang yang menulis adalah setiap orang yang suka membaca. Tetapi saya tetap dengan keyakinan saya bahwa, setiap tulisan itu berasal dari setiap bacaan.

Umpamanya, kamu suka sekali dengan indomie goreng. Dan setiap hari yang kamu makan hanya indomie goreng saja. Kamu lupa pada asupan sayuran dan buah yang mengandung vitamin bagi tubuhmu. Maka kamu akan tetap hidup. Tapi saya tidak bisa menjamin bahwa ususmu akan baik-baik saja.

Sama halnya dengan menulis. Sebelum menulis ada sebuah proses serius. Salah satunya adalah memilah bacaan. Seperti indomie, kesukaan saya biasanya disajikan dengan telor mata sapi. Dan menu ini akan hadir paling sedikit hanya sebulan sekali. Sehari-harinya saya akan makan makananan yang saya pikir sehat. Paling tidak, saya memperhatikannya. Tidak terlalu serius, tapi saya memperhatikan asupan makanan saya. Saya memilahnya. Sama seperti membaca. Saya tidak sembarangan membaca buku. Dengan memilih bacaan, ada sebuah proses ketat yang saya lakukan.

Karena bagi saya membaca itu seperti mengunyah. Dan saya hanya akan mengunyah makanan yang saya anggap ‘sehat.’ Sehat berbeda dengan masalah selera. Selera hanya mengacu kepada jawaban enak atau tidak enak. Sehatkan ‘sehat’ lebih kepada sesuatu yang bermanfaat. Dalam hal ini paling tidak untuk tubuh.

Haruki Murakami pernah berkata dalam bukunya Norwegian Wood: If you only read the books that everyone else reading, you can only think what everyone else is thinking.” Jika diterjemahkan dengan bebas, jika kamu [tidak memilih bacaanmu] hanya membaca buku yang dibaca oleh kebanyakan orang maka kamu akan berpikir sama seperti kebanyakan orang.

Jelas sekali bahwa Murakami bukan kebanyakan orang. Ia tidak berusaha untuk menjadi berbeda. Ia hanya selektif. Ia ketat terhadap dirinya sendiri. Karena ia tidak ingin berpikir seperti kebanyakan orang. Dan saya suka dengan pernyataan ini: berpikir berbeda. Tidak sama dengan kebanyakan orang.

Dengan membaca [buku yang berbeda] akan menjadikan kita sebagai manusia dengan cara berpikir yang berbeda. Setelah cara berpikir kita berbeda, maka kita tidak akan sama dengan kebanyakan orang.

Proses berpikir yang tidak sama dengan kebanyakan orang inilah yang menarik. Karena ketika kita hanya sama, kita akan rugi. Saya merasa rugi ketika hidup saya hanya sama dengan orang lain. Karena sebenarnya saya di-desain berbeda.

Setelah menyadari hal ini, maka saya sangat selektif. Saya cukup ketat. Paling tidak untuk diri saya sendiri. Paling tidak ada dua buku yang saya pinjam dari perpustakaan (Kineruku) dalam sebulan. Dan membeli buku satu dalam sebulan. Hanya demi sebuah kepentingan yaitu membaca. Jika saya bisa melakukan lebih dari jumlah yang di atas, itu bonus.

Bagaimana membuat sebuah tulisan menarik?

Menulislah Dengan Murni dan Tanpa Pretensi.

www.perempuansore.blogspot.com adalah sebuah blog yang sudah lama saya kelola. Kalau tidak salah sejak tahun 2008, saya menulis di blog ini. Sebelumnya saya bermain di friendster dan multiply. Untungnya semuanya sudah dihapus. Karena tulisan saya lebay, maklumlah masih abege. Tetapi ada proses pendewasaan yang terjadi. Saya bersyukur saya menulis ketika masa-masa itu, tanpa berpikir bahwa tulisan saya menarik atau tidak. Saya hanya menulis. Murni mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran saya, apa yang saya lihat, apa yang dengar, dan apa yang saya baui. Menulis dengan seluruh indera yang ada pada tubuh saya. Tidak ada pretensi apa-apa. Saya tidak pernah berpikir bahwa ketika saya menulis dengan murni dan tanpa pretensi, itu melatih saya untuk menjadi apa adanya.

Menulislah Dari Hati.

Saya percaya bahwa segala sesuatu yang berasal dari hati akan sampai ke hati. Ucapan pada kartu ulang tahun yang ditulis dengan tangan kepada kekasih kita, akan jauh lebih bermakna dari pesan pendek yang kita kirimkan. Tulisan tangan berbicara tentang jejak tubuh. Jejak tubuh dalam bentuk apapun itu selalu sexy. Bubuhkan jejak tubuhmu pada setiap tulisanmu. Usahakanlah menulis memakai hatimu.

Carilah Sudut Pandang Yang Berbeda.

Pada sebuah kafe, terdapat banyak hal: cangkir, musik, asbak, menu makanan, interaksi orang-orang, asap rokok, tertawa. Mulailah menulis dengan menjadi sebuah yang tidak kelihatan: lukisan di dinding misalnya atau pot bunga di sudut. Carilah sebuah sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang adalah bagaimana caramu melihat. Jangan melihat dari sudut mata kebanyakan orang. Carilah sudut yang sembunyi.

Tuliskanlah Segala Sesuatu Dengan Detail.

“Hari hujan, jalanan licin. Trotoar merah itu hampir tidak kelihatan karena genangan air yang cukup tinggi. Saya kesal hari ini karena saya memakai sepatu baru di hari hujan.”

Ini hanya contoh kecil. Ketika kita mencoba menggambarkan sesuatu dengan detail. Detail selalu berhubungan dengan sesuatu yang kecil untuk membangun sebuah gambaran yang lebih besar.
“Perempuan itu sudah lama ada di sudut. Memandang tajam dengan matanya yang penuh dengan celak. Sesekali bibirnya menyempit demi menghisap rokoknya dalam-dalam. Lalu menghembskan nafasnya. Saya bisa melihat bekas lipstik merah perempuan itu pada ujung-ujung rokoknya.”Gambarkan objek tulisanmu dengan detail. Jangan lewatkan setiap inci penting yang kepingin kamu tulis.

Menulis Saja. Jika Ada Yang Suka Dengan Tulisanmu. Itu BONUS.

Tidak perlu terburu-buru. Fokus saja kepada prosesnya bukan hasilnya. Jika tulisan kita memang bagus. Claim itu akan datang. Tenang saja.

Every Writer Is A Thief - Joseph Epstein.
One of the really bad things you can do to your writing is to dress up the vocabulary, looking for long words because you’re maybe a little bit ashamed of your short ones. - Stephen King.
Menulislah dan jangan bunuh diri.  –Theoresia Rumthe.

*Untuk workshop dan talkshow ketika generasi muda berbicara politik di Unpar, 17 April 2013.

 

Wednesday, March 6, 2013

Molukka Hip Hop, kami dari Maluku!





Molukka Hip Hop terbentuk kapan? (bisa ceritakan sekalian anggota personil awalnya juga yak)

Morika: Molukka Hip Hop Community (MHC) terbentuk pada tanggal 1 Juli 2008 di Rumatiga. Pada saat terbentuk, diawalmya MHC hanya terdiri dari 2 grup (Ghetto Flow dengan formasi Arles Tita, Althien John Pesurnay dan Morika Tetelepta. Grup ini jemudian bubar pada pertengahan tahun 2009. Selanjutnya grup kedua adalah RTD yang merupakan singkatan dari Rap Till Die. Grup ini beranggotakan Revelino Bery Nepa atau 2slow, Johanis Salakory atau Killa MC dan Dave Latuny atau 12 Saint), selain itu juga tergabung beberapa rapper yang tidak termasuk dalam grup seperti Flip Nixon Pormes, Henry Tetelepta, Franz Nendissa, serta Billy Saimima sebagai DJ dan engineer.

Berry: Tahun 2008. MHC terbentuk dari beberapa grup dan rapper-rapper solo yang tidak bergabung dalam grup. Ghetto FLow/Sageru terdiri dari Morika, Althien dan Arles), RTD (Revelino Berry,  Killa dan Dave Latuny , Franz Nendisa , Henry Tetelepta , Nixon Flip Pormes serta Billy Saimima (DJ).

Hayaka: MHC terbentuk tgl 1 juli 2008. Di Almoryn house, Ruma Tiga, Ambon. Beberapa orang yang bersama-sama membentuk MHC, Diantaranya adalah too slow, Althien John, N'morita dan saya sendiri (Hayaka).

Apa yang bikin kalian tertarik dalam Molukka Hip Hop?

Althien: Karena molukka hiphop itu,  musik dan kultur. Makanya tertarik.

Mark: Sedari lahirnya, MHC boleh dikatakan sebagai penghasil tembang hiphop rajin di kota ambon pada era dimana hiphop tak seramai sekarang ini (era di bawah 2010), dimana karya-karyanya diproduksi dengan equipment terbatas. Disnilah ketertarikan itu dimulai, kata “berkarya” pantas menjadi alasan utama, karena hiphop yang belum begitu familiar masih perlu diperkenalkan dengan positif. MHC sebagai grup lokal mewakili semangat kami sekalian untuk bermusik dengan cara kami.

Morika: Yang membuat beta tertarik dengan MHC yang pertama adalah musik. Sebab ia adalah salah satu elemen yang membuat kita tetap bersama sampai hari ini. Selanjtnya adalah kekeluargaan. Di dalam MHC kita tak lagi merasa sebagai anggota komunitas namun sudah merasa sesama kita sebagai saudara sekandung. Hal yang berikut adalah kecintaan terhadap tanah Maluku. Dalam komunitas, cita-cita kami hanya satu yaitu membesarkan Maluku kepada dunia lewat musik rap. Tiga alasan itulah yang bikin beta sangat suka berada dalam komunitas ini.

Berry: Pikiran tajam untuk perubahan, Maluku.

Hayaka: Kami tertarik untuk membentuk MHC, karena sepengetahuan kami saat itu hanya ada beberapa grup rap atau hiphop di Ambon, namun belum ada komunitasnya. Oleh itu kami sepakat untuk membentuk MHC. Selain itu kami juga memiliki visi dan misi yang sama, yaitu agar hip-hop atau Rap dapat diterima oleh masyarakat, serta kami juga ingin mengajak anak muda Maluku agar bukan hanya menjadi penikmat, namun juga pelaku hip-hop/Rap. Karena kesamaan itu akhirnya kami menemukan ikatan seperti keluarga. Jadi MHC bukan hanya komunitas, tapi keluarga.

Kalau ngomongin soal roots, kalian paling terinspirasi dari siapa?

Mark: Inspirasi berkarya muncul dari pendahulu seperti Wu-tang, Method Man, Krs one, Jay-z sampai Kanye West.

Morika: Selain sebagai penyanyi rap, beta juga suka menulis. Terlebih puisi. Oleh sebab itu beta sangat suka penyanyi-penyanyi yang memiliki konstruksi lirik yang bagus, dewasa serta banyak makna dan pesan. Beberapa di antara mereka yang menginspirasi beta adalah Gil Scott-Heron, John Lenon, Marvin Gaye, KRS ONE, Immortal Techique, Jim Morisson, Harry Roesli, Iwan Fals, Bob Marley dan Woody Guthrie.

Berry: Kalo roots yang saya tahu sih ada afrika bambataa, the soulsonic force, blackspades, Africa Inayan, tapi yang jadi inspirasi malah Bob Marley, karena esensi perjuangan dan perlawanan terhadap kondisi sosial yang sama-sama dibawa lewat lirik. untuk saat ini barangkali Immortal technique-lah yang paling mempengaruhi.

Hayaka: Berbicara tentang roots, kami sama-sama tahu bahwa hip-hop itu pertama kali berkembang pada awal tahun 1970-an di kawasan Bronx, New York. Saya pertama kali mendengar lagu rap yaitu lagu-lagunya Emcee Hammer dan Two Live Crew. Namun, awal pertama saya terinspirasi untuk menjadi pelaku rap adalah Snoop Dogg dan T-Bone.

Musik Ambon sendiri kalo menurut kalian gimana? terus punya peyanyi Ambon favorit gak? siapa dan kenapa?

Althien: Musik ambon? Asik-asik saja. Tapi sekarang hilang bentuk dan hilang sifat. Gak tahu Ambon tuh yang kayak gimana lagi. Mungkin terlalu menglobal segala jenis musik, jadinya campur sari.

Mark: Secara umum Ambon sebenarnya sudah bertahun-tahun didominasi lagu pop yang itu-itu saja dengan tema cinta yang itu-itu saja kadang sampai terasa over jika dicerna otak. (bagi saya pribadi ini kejatuhan dari era musik ambon dibawah tahun 90an, yang sesungguhnya dikemas dengan rapi dan terdengar sangat santai bersahaja dan sederhana, namun justru berkelas) Dan itulah yang menjadi konsumsi publik sehingga level pendengar bisa dibilang tidak bisa naik ke tipe musik berkualitas dengan tingkat bermusik yang lebih tinggi, hal ini tentunya sungguh disayangkan. Padahal ambon memiliki pemusik yang handal. Mestinya ada pembaharuan nuansa dalam peta musik Ambon. Salah satu penyanyi Ambon favorit saya adalah Monica Akihary, penyanyi jazz ethnic yang bernyanyi dengan caranya sendiri nuansanya sungguh “kental”. Benar-benar bermusik dengan hati.

Morika: Musik Ambon menurut beta sampai hari ini kemajuannya sangat lambat atau bahkan menurun jika harus dibandingkan dengan pencapaian-pencapaian dalam karya seperti yang sudah terjadi pada album-album di tahun 1980an seperi Ambon Jazz Rock, Lex Trio, Chris Kayhatu, dll. Hari ini jika ada yang bertanya apakah itu musik Ambon, maka yang mungkin bisa didapati adalah musik pop daerah yang melulu cengeng dengan irama yang mundur ke era Panbers, Djakrta Loyd dan Pance Pondaag. Kemudian penyanyi atau pemusik Ambon yang beta sukai adalah Bing Leiwakabessy, Hellas (yang darinya beta belajar juga cara menyanyi cepat yang mirip rap), Jopie Latul, George de Fretes, Utha Likumahuwa.

Berry: Musik Ambon dulunya adalah musik yang dinamis, sarat makna dan sangat menyenangkan dinikmati, sayangnya beberapa tahun belakangan ini kita seperti mundur. Om  Yoppie Latul, suaranya khas.

Hayaka: Untuk perkembangan musik di Ambon saat ini, menurut saya mengalami kemunduran musikalitas di akhir tahun 1990-an hingga akhir 2007, ketimbang sekitar tahun 1980-an sampai 1990-an awal. Tapi untunglah sekarang ini sudah banyak musisi yang semakin memperhatikan musikalitas dalam bermusik, maka menurut saya, perkembangan musik di Maluku semakin mengalami kemajuan. Ada beberapa musisi Maluku yang menjadi idola saya. Diantaranya adalah Opa Bing Leiwakabessy dan anaknya Om Georgie Leiwakabessy, Om Benny Likumahuwa dan adiknya Om Utha Likumahuwa. Mengapa saya mengidolakan mereka, hal itu karena saya sangat mengagumi cara mereka menghargai musik, dan total dalam bermusik.

Oke, denger-denger udah punya album kan yak? ada berapa lagu dalam album ini? berapa lama proses pembuatan albumnya?

Morika: Album Beta Maluku mulai katong kerjakan sejak Oktober-Desember 2010 (take vocal yang cukup panjang waktunya sebab data musik harus dikirim dari Jakarta kemudian workshop di Ambon barulah dimulai proses take vocal). Proses editing dilakukan di Jakarta sejak Januari hingga Maret 2011. Dalam album itu ada 10 lagu.

Berry: 10 lagu, sekitar 4 sampai 5 bulan.

Hayaka: Seiring perjalanannya MHC sudah memiliki beberapa album. Baik yang disebar secara free download, maupun berupa piringan cd yang dijual. Mulai dari Molukka Islands vibe volume 1 & 2 yang disebar melalui free download, Beta Maluku, dan juga kompilasi bersama beberapa grup hip-hop asal Maluku yang bertajuk "Social RapACity". Dari setiap album tersebut memiliki jangka waktu pengerjaan yang berbeda. Beta Maluku sendiri memiliki delapan lagu di dalamnya. Proses pengerjaan album ini memakan waktu sekitar tujuh sampai delapan bulan. Sedangkan untuk Social RapACity sama-sama berisi delapan lagu, namun hanya memakan waktu kurang lebih sekitar tiga bulan.

Ada gak sih lirik favorit dalam album Molukka Hip Hop ini? kalau ada (bisa kasih liriknya dan liriknya itu cerita tentang apa?)

Althien: Lirik lagu Puritan. Sopo muriale, Mamalole, Dying Nation.

Mark: Lirik favorit “ we’re livin in the system, we are the victim, no ones to blame, and justice remains the same “ – 2slow, MHC – Dying Nation .... Lagu ini menjadi tumpahan kekecewaan atas segala kebobrokan negri, dan lirik ini mewakili ekspresi kemarahan atas keadilan yang memang hasil konspirasi belaka.

Morika: Lirik terbaik menurut beta dalam album maupun lagu-lagu dari MHC yaitu, "sapa angka Maluku, Maluku bela dia (dari penggalan lirik Bery Revlino di lagu Maluku Manis), kemudian lirik di lagu Sopo Muriale dari album Beta Maluku yang bercerita tentang pengangkatan mansia ke dimensi yang lebih tinggi untuk menyatu dengan tuhan-nya.

Berry: “sapa bale batu, batu gepe dia, sapa langggar sumpah, sumpah bunuh dia.” Tentang segala sesuatu memiliki konsekuensinya, contoh kecilnya  jika sudah berjanji jangan dilanggar.

Hayaka: Dari setiap lagu di dalam album-album di atas, saya paling menyukai lagu "Beta Maluku (Hena Masa Waiya)" dan "Puritan" yang terdapat di dalam album Beta Maluku. Selain liriknya yang kuat, kedua lagu tersebut seperti memiliki roh di dalamnya. Di dalam lagu Beta Maluku kami menggabungkannya dengan kapata yang berjudul "Hena Masa Waiya". Kapata adalah sastra tua yang ditinggalkan oleh orang tua dulu-dulu (nenek moyang) orang Maluku kepada anak cucu mereka. Hena masa waiya sendiri artinya adalah "rumah di atas air". Kemudian lagu "puritan" merupakan lagu bernuansa heroik, yang dikombinasikan dengan penggalan syair dalam kapata "lawamena" sebagai chorus-nya. Lagu ini bercerita tentang kembali ke kemurnian jati diri Maluku seutuhnya.

 Perkembangan Musik di Maluku sendiri kalo menurut kalian kayak apa?

Althien: Musik Maluku berkembang tanpa arah, hanya maju sesuai kehendak industri. Kalo musik cuma soal industri maka berarti sudah benar arahnya, kalo lebih dari itu berarti belum ada arah. Makanya Molukka Hiphop berusaha terus menjadi arahan kemana musik maluku ideal menurut kami.

Mark: Dewasa ini peta musik dikalangan indie (bukan mainstream berlebel), yang didominasi anak muda Ambon yang sangat-sangat berbakat, sungguhlah memberi harapan cerah bagi perubahaan nuasa musik di kota Ambon kedepan. Begitu banyak pemusik muda dari berbagai aliran yang giat berkarya atas musik- musiknya sendiri. Tentunya dihari-hari mendatang perkembangan ini makin terasa, yang jelas bagi kami musik saling mendukung adalah cara kami menyambut kemajuan musik di negri ini.

Morika: Perkembangan musik di Maluku -sejauh yang beta amati sampe hari ini- sudah mulai pelan-pelan beranjak dari trend musik pop daerah yang melulu cengeng. Perkembangan ini juga terlihat seiring dengan terbentuknya banyak komunitas musik di Ambon. Genre-genre seperti punk, reggae, blues, jazz sudah mulai terlihat geliatnya. Demikian juga dengan produksi karya-karya musik dari komunitas-komunitas yang muncul dengan tema-tema serta musik yang bagus. Hal ini tentu pelan-pelan akan menggeser paradigma orang banyak tentang karya produksi musik daerah Ambon yang sudah sekian lama dikuasai industri pop daerah yang cengeng dan biasa-biasa saja.

Berry: Industri, pasar membuat musik saat ini turun jauh, tanpa edukasi.  Salut untuk mereka yang terus berjuang diluar pasar dengan kreatifitas dan musik yang berpikir serta mendidik.

Pengen banget manggung dimana dan kolaborasi bareng siapa?

Althien: Manggung di Bronx, NY. Kolaborasi dengan Cool Herg, siapa saja hiphoper-hiphoper besar agar bisa jadi karya besar, sehingga berdampak bagi banyak orang. mengantarkan orang-orang menemukan fitrahnya sebagai manusia.

Mark: Manggung dimana saja yang penting crowd menikmati dan “menghargai" musik. Kalo bermimpi kolaborasi saya mau berkolaborasi dengan B.O.B HAHAHAHA.

Morika: Sangat ingin manggung di Ternate, Banda, Tual, Saumlaki, Seram dan pulau-pulau lainnya di Maluku. Mimpi beta adalah bisa berkolaborasi dengan musisi seperti Immortal Techinque, KRS One serta Bing Leiwakabessy.

Berry: 1. Di Ambon, sepanggung dengan kawan-kawan pergerakan hiphop sejak awal. 2. Bareng Immortal Technique, Damien Marley plus M. Shinoda.

Hayaka: Hingga saat ini, saya memiliki kerinduan untuk tampil di depan para musisi Maluku di seluruh dunia ataupun di depan para musisi Indonesia lainnya, bersama di dalam satu track dengan sang maestro musik Maluku yang awal bulan kemarin genap berumur 90 tahun, Opa Bing Leiwakabessy.

Interviewnya hanya  lewat email. Tapi ini hanya demi sebuah kerinduan bahwa dari Timur ada anak-anak muda yang berkarya dan mereka bukan hanya patut dilirik saja. Mereka butuh didengar dan diapresiasi.

Maju Musik Maluku!

Check their video, Puritan









































Wednesday, January 16, 2013

Poetry Reading: Hati-Hati



Hati Hati, Poetry reading by me.
Taken at The Street Cafe, Ambon (2012), with a whole bunch. Thank you Gracio Imanuel.
Hati Hati adalah sebuah tulisan lama saya. Saya tidak menemukannya. Mungkin nyelip. Selamat menikmati. 

Thursday, November 15, 2012

Hujan Belum Mati. Ia Datang Ke Launching Kami.





Akhirnya tanggal 10 11 12 yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari itu sejak pagi dari jam 10 saya sudah stand by di venue. Sambil menemani Sarita menyelesaikan dekor. Sambil dalam hati saya berdoa semoga hari itu tidak turun hujan.

Sekilas mengenai tempat acara yaitu @7HeavenBooks dan @Trebiteandzip adalah rumah tua yang asik banget. Yang akan kita pakai halaman depannya untuk Launching Menuju(h). Jadi konsekuensi dari acara ini adalah sekali hujan, maka acara kita bubar jalan.

Agenda Launching Menuju(h) cukup padat. Karena selain talkshow bersama para penulis, kami juga berencana akan mengobrol lewat skype dengan Mahir Pradana salah seorang penulis yang saat ini tinggal di Swiss.

Duh, dalam hati saya berdoa kencang-kencang semoga hujan tidak turun. Sekali itu saja. Sambil mendoakan beberapa teman penulis yang pada waktu itu juga terjebak macet di mana-mana. Karena jalanan Bandung yang begitu padet.

Sambil menunggu beberapa teman-teman yang hadir. Pengunjung acara Launching terus berdatangan dan memenuhi halaman depan venue. Sangat menyenangkan ketika mendapatkan halaman @7HeavenBooks dan @Trebiteandzip sore itu ramai sekali.

Setelah dibuka oleh Sarita yang waktu itu juga ditunjuk sebagai MC/Moderator acara (Terima kasih ya Sar, kamu keren) teman-teman dari Mr. Sonjaya langsung membuka acara dengan lagu-lagu syahdu mereka. Oh sore yang menyenangkan. Talkshow awal pun berjalan segera. Kami bahkan sempat berbincang-bincang dengan Mahir lewat Skype.

Dimas dan teman teman dari Mr. Sonjaya


Sundea, Iru Irawan, Maradilla Syachridar, Vabyo, Saya, Aan Syafrani, Mahir Pradana yang bersama-sama dengan kami di layar putih lewat skype.

Tetapi di tengah-tengah talkshow yang masih berjalan. Mendung semakin menggantung. Saya mencium bau basah. Hujan sebentar lagi datang. “Oh Hujan bandel” bisik saya dalam hati.

Seperti ingin eksis juga di Launching kita. Hujan pun turun dengan derasnya. Teman-teman yang hadir lalu diarahkan untuk masuk dan berteduh di dalam area rumah tua yang tersedia. Menunggu sekitar hampir 30 Menit, hujan berlalu. Panggung di setting kembali. Dan acara kembali dilanjutkan pembacaan cerpen Menuju(h) oleh Heliana Sinaga dan Mae. (Terima kasih Mae dan Anna :-*)

Satu hal yang membuat saya bersyukur setelah itu. Teman-teman yang datang di Launching tidak langsung pulang. Mereka justru menjawab dengan semangat oleh Sarita “Acaranya mau dilanjutkan lagi gak?” “MAAAUUU”. Acara dilanjutkan dan berakhir sekitar jam setengah delapan malam.

Magis. Ketika saya dan hujan memang punya konektivitas yang luar biasa. Entah saya yang gila tidak mau meninggalkan hujan. Atau hujan yang gila, selalu memilih saya.

Tapi satu hal yang saya salut dan ingin mengucapkan terimakasih yang paling dalam adalah kepada teman-teman yang tetap mau bersetia menunggu sampai hujan berhenti dan melanjutkan Launching. Kalian sungguh keren.

Terima kasih juga kepada teman-teman dari Gagas Media yang sudah membantu dari awal sampai terlaksanannya acara Launching Menuju(h) dengan baik.

Hari itu saya senang. Teman-teman pun senang.

Terima kasih semesta yang sudah menurunkan hujan. Hujan belum mati. Buktinya ia datang ke Launching kami.

Friday, September 28, 2012

Bergaya Dengan Totebag


Ini dia satu dari beberapa orang yang sudah beli totebag. Terimakasih Cynthia Dewiranti. Semoga suka dengan Totebag Wawbaw X perempuansore. 

Friday, September 21, 2012

Menuju(h)








Menuju(h) adalah sebuh project kolaborasi antara tujuh penulis muda asal Bandung. Ide awalnya berasal dari Maradilla yang ingin membuat sebuah project tulisan dengan tema hari. Kami tujuh penulis tersebut adalah Sundea, Vabyo, Mahir Pradana, Maradilla Syachridar, Iru Irawan, Aan Syafrani, dan Theoresia Rumthe.

Kumpulan cerpen Menuju(h) adalah kumpulan cerita dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu yang memiliki dua sisi. Kira-kira akan seperti apa kedua sisi tersebut? Nantikanlah karya kolaborasi kami selanjutnya.

Menuju(h) berbagi cerita tentang hari-hari yang menyetia. 

Wednesday, August 1, 2012

Personal Soundtrack Project




Lama tak membuat project di blog. Tiba-tiba terbersit, keinginan untuk membuat project itu muncul lagi. Diawali oleh sebuah project buku yang sedang dikerjakan oleh sahabat saya Maradilla yang bertemakan “Personal Soundtrack” cukup menarik juga pikir saya untuk membuat project ini di blog.

Menulis tentang Personal Soundtrack-mu. Artinya kamu bisa menulis tentang lagu-lagu kesayanganmu yang sepanjang hidupmu selalu terngiang-ngiang. Bisa lagu dari genre apapun. Jadi kamu bisa menceritakan tentang bagaimana lagu tersebut mempengaruhi dirimu. Menimbulkan kenangan pahit maupun manis. Atau menimbulkan kenangan kepada masa kecilmu. Intinya berbagi tulisan lewat lagu yang kamu dengar. Atau menulis lagu yang punya arti besar dalam kehidupan kamu.

Maka lahirlah project ini: #30HariPersonalSoundtrack

Saya akan mencoba menulis 30 lagu sepanjang bulan Agustus ini. Semoga ini juga menginspirasimu untuk menuliskan lagu kesayanganmu juga.

Maka menulislah dan jangan bunuh diri.

love.

Friday, April 13, 2012

Perkara Mengirim Senja




Yay! Akhirnya akan terbit sebentar lagi buku saya bersama teman-teman. Info pemesanan silakan ke poscinta.com :) lekaslah baca semoga jatuh cinta. 

Penulis: Valiant Budi Yogi, Jia Effendie, M. Aan Mansyur, Lala Bohang, Putra Perdana, Sundea, Faizal Reza, Utami Diah K., Mudin Em, Maradilla Syachridar, Theoresia Rumthe, Arnellis, Feby Indirani, dan Rita Achdris
Ilustrasi cover dan isi: Lala Bohang
Penerbit Serambi, April 2012
xvi + 200 halaman, 13 x 20,5 cm
ISBN: 978-979-024-502-0
Rp 48.000,-
–
Sebagai penghormatan terhadap Seno Gumira Ajidarma, Perkara Mengirim Senjamewujud dalam rangkaian lima belas cerita karya empat belas pengarang dengan berbagai latar belakang dan gaya penulisan. Cerita-cerita ini merupakan penafsirulangan karya SGA yang dikarang oleh generasi penulis yang lebih segar.
Antologi ini memantik kreasi baru tanpa kehilangan napas awalnya seperti yang tersurat dalam senja yang memerangkap dua perempuan yang tanpa sengaja terjebak cinta bercabang, perselingkuhan seorang “istri setia” yang “dipasung” suaminya, suami tak setia yang diselingkuhi istrinya, hubungan perempuan-lelaki yang rumit tapi lucu, dusta cinta yang perlahan tersingkap kedoknya, patah hati yang unyu, serta pertanyaan-pertanyaan galau tentang hakikat cinta dan percintaan.


***

“Menginterpretasikan karya Seno Gumira Ajidarma bukanlah pekerjaan mudah, tapi sah dan patut dicoba. Sungguh menarik menyaksikan interaksi kreativitas antara roh tulisan SGA dan generasi penerusnya. Yang jelas, jika ada penulis yang mampu menggerakkan sekian penulis muda untuk merenungkan ulang dan kemudian melahirkan karya baru atasnya, itulah magnetisme seorang Seno.” – Dewi “Dee” Lestari, Penulis Supernova

“Sihir cerita dengan aransemen wacana yang memikat.” – Alberthiene Endah, Penulis Mimpi Sejuta Dolar




Wednesday, March 23, 2011

Project Anak Perempuan Dan Ayah.

pic by: Dan Lavric -- fotoblur.com

Setelah #30HariMenulis #30HariMenulisPuisi #30HariMeulisSuratCinta, mari membuat project baru lagi teman, semoga kamu siap. Papa di mata saya adalah sosok segala-galanya. Ia bukan hanya teladan. Ia seorang pemikir besar. Ia cinta pertama saya. Bikin saya jatuh cinta lagi dan lagi. Ia laki-laki yang menerima saya apa adanya. Tapi tentu Papa saya bukan sosok pria yang sempurna, Ia juga sosok pria yang penuh kekurangan.

Sosok Papa/Ayah/Bokap dimatamu apa?

Mungkin berbeda. Bisa saja Papamu sekarang masih di rumah, di surga, atau di antah berantah. Yang pernah kamu kenal secara langsung, melalui cerita orang lain, atau hanya melalui foto-foto.

Apapun bentuknya, kamu bisa berbagi cerita tentang Papa/Ayah/Bokapmu di sini. Ceritamu, bisa saja mengubah seseorang. Ceritamu bisa saja mengubah saya. Mari rayakan Ayah di #anakperempuandanayah. Silakan tulis kisah tentang Ayahmu, apapun kisahnya. Saya terima.

Caranya:

1.      1. Tulis kisahmu bersama ayahmu, bisa di-blog atau dimanapun. Tapi lebih disarankan di-blog, supaya gampang di-share. Kalaupun kamu sudah pernah menulis tentang ayah-mu pun sah saja untuk di-share kepada saya.

2.      2. Kisahmu akan dikumpulkan mulai 23 Maret-21 April. Tidak perlu menulis setiap hari, Tapi tulislah kalau memang kamu ingin menulis kepadanya.

3.    3. Kisahmu dapat di-share kepada saya, dengan mention @perempuansore disertai hashtag #anakperempuandanayah atau bisa dikirim ke email: perempuansore@yahoo.com

4.   4. Saya akan mengumpulkan kisahmu ke dalam blog khusus anakperempuandanayah.blogspot.com, tentunya dengan mencantumkan nama penulis juga nama blogmu. Kecuali, jika ada permintaan no name. Anggap saja, saya pengumpul kisahmu. Kalau suatu hari nanti blog ini jadi sebuah buku, anggap saja itu bonus untukmu teman. Ah, silakan follow blog saya, lalu share link ceritamu di kolom komen pun lebih baik.

6.     5.  Mari menulis dan jangan bunuh diri! ;)

Hey, anak perempuan. Mari rayakan Ayah!

LOVE,
The.

Featured Post

Sebuah Catatan Tidak Kreatif Tentang Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai, adalah sebuah buku yang sedang kamu tunggu. Ia lahir sebentar lagi, tepat di 16 A...