Thursday, September 8, 2016

Sayang Kamu Sungguh-Sungguh






Percakapan tadi malam adalah tentang sayang. Bagaimana kita membedah konsep sayang. Saya memang tidak terlalu suka menggunakan kata cinta. Bagi saya kata cinta terlalu sensual. Tidak penuh seperti kata sayang yang selalu saya suka. Tetapi kadang pada sebuah situasi tertentu, saya menyukai kata cinta. Jika memang ia dimasukkan ke sebuah konteks yang seksi dan menggigit.

Sayang kamu sungguh-sungguh.

Adalah sebuah kalimat terbaik kami yang biasanya sering kami kirimkan melalui pesan singkat sehari-hari. Sebuah kalimat pendek yang tidak hanya dikirim sebagai suatu kebiasaan. Melainkan kami lalu memaknainya diam-diam. Ada dua konsep di sana: sayang dan sungguh-sungguh.

Sayang kemudian saya pahami lebih luas. Ia seperti langit. Ia seperti semesta. Sesuatu yang tidak berbatas. Satu-satunya yang membatasi kami adalah mata. Bagaimana kami tidak saling melihat dan berjarak namun kami tahu bahwa kami saling sayang. Kami saling menyayangi. Konsep ini lalu diam-diam berkembang menjadi tidak saling menuntut dan saling menerima apa adanya saja, masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan.

Saya katakan, saya mau menyayangi seperti Ayah dan Ibu saya. Bagaimana mereka terus memberi melalui kekurangan mereka. Tetapi apakah saya sudah seluas Ayah dan Ibu? itu sebuah pertanyaan. Ayah dan Ibu sudah punya penghayatan yang lebih dalam tentang arti sayang.

Suatu hari saya begitu dongkol  karena Ayah cerita bahwa ia harus mengeluarkan sejumlah uang kepada pekerja yang (tiba-tiba) datang ke rumah dan menawarkan jasa untuk mengecat jendela dan pintu rumah kami lalu diakhiri dengan Ayah harus membayar dengan sejumlah uang yang tidak masuk akal.

Ayah cerita itu kepada saya. Lalu jawaban saya waktu itu: “Pa, lain kali kalau ada yang begitu ditolak saja.” Ayah saya merespon dengan cara yang lain sama sekali: “Ya sudah, tidak apa-apa, mereka juga cari duit. Lagipula Papa juga ada uang sedikit.”

Saya hanya diam saja. Tetap dongkol di dalam hati karena merasa Ayah saya telah dimanfaatkan.

Kedongkolan ini masih terus berlanjut ketika di hari yang lain, saya menemukan Ayah saya meminjamkan sejumlah uang kepada orang-orang tertentu yang dengan (tiba-tiba) datang ke rumah. Tetapi kami anak-anak memang tidak dapat melarang. Ayah saya terlanjur punya konsep tentang sayang. Dan menyayangi orang lain. Menyayangi orang lain dengan tulus. Kemudian respon dari menyayangi yang seperti itu adalah memberi dari kekurangan.

Tadi malam saya katakan di telepon kepada kekasih saya. Saya mau menyayangi kamu seperti yang sudah dilakukan oleh Ayah. Dan salah satu ciri dari menyayangi itu adalah saya harus memberi dari kekurangan.

Kedua, sungguh-sungguh. Saya mengartikan sungguh-sungguh dengan sepenuh hati. Tidak hanya di mulut. Melainkan segenap pikiran, akal, dan perasaan menyadarinya dengan penuh.

Ayah saya tidak pernah complain ketika Ibu saya tidak pandai memasak. Selama masa perkawinan mereka, sampai Ibu meninggal, mereka tidak pernah ribut-ribut karena Ibu yang tidak memasak. Ayah saya malah belajar melayani dirinya sendiri. Memasak nasi sendiri atau menggoreng telur seadanya pun ia kerjakan.

Sungguh-sungguh itu tidak complain.

Ada jeda sebentar ketika menulis ini.

Sayang kamu sungguh-sungguh, tidak lagi menjadi kalimat biasa. Mereka juga pengingat. Mengingatkan saya kepada apa yang sudah dilakukan oleh Ayah kepada Ibu. Sekaligus mengingatkan saya untuk mulai melakukan kalimat pendek tersebut dengan sungguh.  


Sebutkan Satu Tempat Yang Mendatangkan Inspirasi: (2) Toilet






photo by nila pratiwi




Bagaimana sebuah toilet bisa memberimu inspirasi itu misterius. Saya lalu mencari tahu kenapa ketika melakukan aktivitas di ruangan ini sendirian  membuatmu lalu menemukan banyak sekali pemikiran atau ide menarik di kepala? kenapa inspirasi sering muncul di dalam toilet?

Saya hampir selalu menemukan banyak hal menarik di dalam toilet. Bahkan hanya ketika saya sedang diam dan tidak melakukan apa-apa. Toilet saya sebut sebagai sebuah jeda. Jika hari yang dilalui begitu penat. Toilet dapat menjadi tempat yang baik untuk sembunyi. Sekedar menjadi tenang. Kemudian bersiap untuk menerima hal yang baru. 

Makna toilet akhir-akhir ini di dalam kepala saya berubah. Ada sebuah kesenangan untuk pergi dan duduk berlama-lama untuk merenung. Sebuah kesempatan untuk berlambat-lambat ketika dunia di luar begitu sibuk. Makna toilet bukan hanya sebagai tempat pembuangan hal-hal yang sudah tidak lagi terpakai di dalam tubuh. Melainkan juga sebuah tempat untuk recharge:  memasukan hal-hal yang baik ke dalam. Menjadi penuh kembali.

Toilet menurut Merriam Webster Dictionary adalah the act of or process of washing and dressing yourself. Bukan hanya membersihkan diri tetapi juga ada proses untuk mendandani diri. Bukan hanya membersihkan pikiran melainkan juga menata pikiran. Ada yang keluar tetapi ada juga yang masuk.

Mungkin inilah yang menjawab pertanyaan saya di atas tadi, kenapa inspirasi sering muncul di dalam toilet? jawabannya pertama ketika membuang sesuatu, sesungguhnya sesuatu yang lain akan datang dan mengisimu kembali dan biasanya itu adalah sesuatu yang lebih segar. Tetapi kuncinya adalah di kata washing, harus berani untuk membersihkan atau membuang hal-hal yang sudah tidak lagi perlu.

Kedua, seringkali kita tidak dapat apa-apa atau fungsi toilet menjadi kurang maksimal, karena kita masih saja terburu-buru ketika keluar dari dalamnya. Hal ini biasanya terjadi lantaran toilet yang kita gunakan adalah toilet umum dan banyak pengguna yang juga mengantri di luar sehingga kita lupa melakukan fungsi lainnya, dressing yourself. Menata kembali hati, pikiran, atau hal-hal menarik yang telah masuk ke dalam kepala kita tadi. Dalam hal ini karena manusia terbatas, saya menyarankan baiknya kita selalu membawa buku catatan kecil ke dalamnya dan mencatat hal-hal menarik apa saja yang telah ditemukan.

Lebih sering melakukannya, lebih sehat untuk jiwa. Lebih rajin membuang, lebih mudah mendapatkan. Jadi sudahkah kamu ke toilet hari ini? 


Wednesday, September 7, 2016

"Amboina, Kekasihku"





Theoresia Rumthe & Weslly Johannes satu puisi bersama untuk 441 tahun Kota Ambon Manise
"Amboina, kekasihku" : 




Saturday, September 3, 2016

Sebutkan Satu Tempat Yang Mendatangkan Inspirasi: (1) Kamar













Kamar yang sudah saya huni lima tahun ke belakang ini. Kamar yang tidak dapat dibongkar lagi tata letaknya karena keterbatasan ruang. Kamar sewaan ini menyatu dengan sebuah rumah bergaya Belanda di daerah Dago dengan halaman samping yang cukup luas dan asri. Saya jatuh cinta dan memilih untuk tinggal di sini karena halamannya. Dan kamar inilah yang saya miliki satu-satunya. Karena ketika kembali ke rumah orang tua saya di kota Ambon, saya harus berbagi kamar dengan Hana, keponakan saya. Jika kakak perempuan saya yang lainnya juga kebetulan sedang pulang, maka jadilah kami bertiga berbagi kamar tersebut.

Bagi saya kamar itu rahasia. Bukan hanya menyimpan ide-ide yang ditulis secara acak di dalam catatan harian. Melainkan bagaimana melihat ide-ide tersebut suatu hari akan melompat keluar dan menjadi kenyataan. Tidak hanya itu kamar juga menyimpan catatan-catatan lama tentang kegagalan maupun keberhasilan yang pernah dicapai di masa lalu. Kamar juga terdiri dari pemberian-pemberian: barang-barang kesayangan dari orang-orang yang pernah singgah di dalam kehidupan. Kamar juga terdiri dari bingkai foto baik lama maupun baru yang sengaja saya simpan untuk sekedar merasa dekat dengan orang-orang kesayangan. Kemudian mengingat-ingat hal-hal terbaik yang pernah mereka berikan kepada saya.




Kamar saya juga begitu istimewa. Karena saya banyak menyelesaikan tulisan-tulisan saya di sana. Ada banyak juga tulisan yang tidak selesai. Mereka ada di dalam tumpukan acak buku-buku begitu saja, atau ada di dalam folder laptop yang juga acak. Tetap mereka adalah jejak-jejak yang juga meramaikan kamar saya.





Kamar saya adalah percakapan-percakapan. Ia menjadi saksi bisu percakapan-percakapan saya dengan kekasih di telepon. Tidak hanya itu kamar juga menjadi sebuah tempat yang baik untuk bercerita seorang diri dan merenung apalagi tengah malam ketika kepala ini sedang penat.



Persoalan teknis lainnya adalah kamar selayaknya memang difungsikan sebagai tempat tidur. Tetapi kini kamar dapat menjadi sebuah tempat yang paling berbahaya jika kamu pandai menyusun rencana.

Friday, September 2, 2016

Pengumuman Dari Keliaran Di 'Tempat Paling Liar Di Muka Bumi'











Selamat hari Jumat, sudah ngopi? 
Ada sedikit pengumuman dari keliaran di 'Tempat Paling Liar Di Muka Bumi' yang akan kami beritahukan kepadamu. Namun sekali lagi, terima kasih banyak untuk partisipasi yang sudah diberikan kawan-kawan untuk tempat paling liar di muka bumi selama bulan Agustus kemarin. 
Silakan menuju akun instagram tempat paling liar di muka bumi
: @tempatpalingliardimukabumi dan LIKE foto favorit kamu.

salam manis, 
theoresia & weslly 

Featured Post

Sebuah Catatan Tidak Kreatif Tentang Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai, adalah sebuah buku yang sedang kamu tunggu. Ia lahir sebentar lagi, tepat di 16 A...