Tuesday, March 28, 2017

Molucca Project: Sebuah Proyek Merayakan Kegairahan










Jelang ulang tahun ke-dua Molucca Project, saya mewawancarai beberapa anak muda Maluku yang memiliki kegairahan melakukan hal-hal kecil yang mereka cintai. Molucca Project adalah sebuah platform untuk belajar mengapresiasi apa yang kecil. Mengapresiasi kegairahan. Merayakan sesuatu yang tidak kelihatan. Bukan apa yang besar. Sesuatu yang juga disebut sebagai sebuah keyakinan. Sesuatu yang kemudian darinya saya belajar.

Media sosial dengan hal-hal yang terlalu kini, itu bagus, tapi terkadang membuat lupa bahwa sesuatu yang berada di dalam dan tidak populer itu ternyata jauh lebih penting. Karena sesuatu yang berada di dalam, yang bernama kegairahan itulah yang kemudian memelihara.

Baru-baru ini saya menonton sebuah film berjudul Queen of Katwe, film tentang seorang gadis miskin yang berasal dari Uganda yang berhasil memenangkan festival catur Internasional dan kemudian mengubah hidupnya. Mira Nair, sang sutradara yang berdarah India tetapi sudah menganggap Uganda sebagai rumahnya sendiri, berulang kali mengucap kutipan ini pada beberapa wawancaranya, “If we don’t tell our own stories, no one else will.”

Sama seperti Mira, saya percaya bahwa sebuah kegairahan adalah sebuah kabar baik yang mesti diberitakan. Di dalam setiap orang, paling tidak ada satu kabar baik yang dapat ia ceritakan. Itu yang kemudian Molucca Project dan saya lakukan. Namun memelihara kegairahan adalah sebuah soal yang sama sekali lain. Tak ada yang gampang. Tidak ada yang instan.

Saya bukan Queen of Katwe. Saya memulainya dari sebuah rumah di wilayah kecil bernama Kudamati, di kota Ambon, di mana saya dibesarkan bersama kedua Kakak perempuan saya. Satu hal yang paling saya ingat adalah kamar mandi. Kamar mandi dengan bak mandi berbetuk persegi panjang dilapisi keramik berwarna biru pucat. Lantai kamar mandi tersebut dilapisi keramik kotak-kotak kecil berwarna kuning pudar. Terdapat sebuah kloset jongkok di dalamnya, tempat saya biasanya duduk lama-lama memandang dinding kamar mandi yang terkelupas dan melihat keramik pecah dan tidak rapi di lantai. Tetapi bukan dinding terkelupas atau lantai keramik pecah yang saya lihat, melainkan saya sering melihat “sebuah kota” di sana, atau ada waktu-waktu tertentu saya melihat “jalan-jalan perkampungan,” “sebuah wajah sedih” atau pada kesempatan lainnya saya melihat “dua tokoh yang sedang berbicara satu dengan yang lain.” Bayangan-bayangan itu biasanya muncul menjadi “teman” saya ketika sedang berada di dalam kamar mandi tersebut.

Saya suka membayangkan sesuatu. Saya menulis mimpi-mimpi saya. Saya suka menciptakan imaji di dalam kepala saya. Segala sesuatu yang saya kerjakan, kebanyakan memang dimulai dari sana: membayangkan sesuatu. Tetapi tidak hanya dibayangkan saja, sesuatu itu kemudian harus dipikirkan untuk menjadi nyata. Kamar mandi hingga saat ini tetap menjadi sebuah tempat kesukaan di mana saya dapat menemukan ide-ide. Kemudian pekerjaan rumah itu dimulai: jatuh bangun untuk merealisasikannya.

Akhirnya saya paham kenapa banyak ide kemudian muncul dan ditemukan di dalam kamar mandi. Ketika melakukan aktivitas di dalam kamar mandi, apalagi sedang berada di atas kloset, biasanya kita tidak buru-buru. Saya lalu menyadari satu hal: ketika hidupmu lebih pelan, maka ide akan datang.

Molucca Project pun lahir di kamar mandi. Yang dikerjakan oleh Molucca Project saat ini adalah berkonsentrasi kepada kegairahan. Kami percaya kepada anak-anak muda yang berani. Kami percaya kepada anak-anak muda yang merayakan berpuluh-puluh keyakinan di dalam diri mereka. Bahwa dari mana kita berasal, kita tidak akan berakhir di situ juga. Suatu saat nanti, kita tidak akan pernah tahu bahwa kegairahan itu dapat membawa kita ke mana. Namun, semoga cerita dan kabar baik dari Molucca Project dapat sampai ke mana saja.

Kegairahan kecil ini pun berubah menjadi mimpi-mimpi, ini salah dua (dari sekian banyak yang saya punya di kepala) adalah suatu saat nanti pergi bermain-main di the museum of modern art, atau sekedar baca buku sambil ngopi di coffee shop sepanjang New York. Dan punya toko kecil bernama Molucca Project di sebuah sudut manis kota Ambon, dengan banyak proyek kegairahan yang akan dikerjakan di dalamnya dan terkenal sampai di New York.

***

(tulisan ini juga ditayangkan di www.moluccaproject.com)





Friday, March 24, 2017

Jadwal Kelas Bulan April 2017







Kelas public speaking untuk creativepreneur ditujukan kepada kamu yang saat ini memiliki ide kreatif, usaha, sebuah brand, atau ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana mengembangkan persona. Mari bermain bersama saya. 





Kelas poetry lab adalah inisiatif saya dan Weslly Johannes untuk mengajak kamu bermain ke satu dunia bernama puisi. Kami akan mengajak kamu bereksperimen dengan kata-kata di dalam kepala maupun yang ditemukan di atas meja dan menjadikan kamu sebagai penghulu untuknya. Kelas ini sifatnya eksperimental, jadi tak apa jika melakukan kesalahan. Karena tidak ada puisi yang tidak retak!

Tuesday, March 21, 2017

Maka Cukupilah Jiwamu Dengan Cinta










Maret adalah bulan penuh cinta. Cinta akan membuatmu heran, maka cukupilah jiwamu dengan cinta.

Suatu hari di umur lima atau enam, aku pernah bertanya kepadamu, "kenapa pergi lagi?" aku telanjang dan duduk di pangkuanmu. Menangis. Kau menjawab, "ini tidak akan lama. Di kapal berikutnya, kami akan kembali." Jawaban itu kau katakan sambil mengusap rambut keritingku. Malam itu dan malam-malam selanjutnya, aku menunggu kapal, kapal yang malang, karena ia tak kunjung datang. Rasa itu kemudian aku kenal sebagai rasa patah pertama. Pikiran anak kecilku berontak, kenapa kau mesti pergi ke kampung-kampung dan negeri yang entah. Namun kau kembali, berbulan-bulan kemudian.

Berpuluh tahun kemudian, aku bangun di Bulan Maret yang kering, pada sebuah angkutan umum yang berjalan lamban, lalu menemukan sebuah kenyataan yang aku akui sebagai cinta yang besar—cinta yang sesungguhnya: ditinggal dengan rasa sayang yang tak pernah hilang. Kau pergi dan kali ini takkan pernah pulang.

Pada bulan Maret yang kering, tiga tahun yang lalu, pada sebuah kota di perantauan, aku menemukan cerita tentang seorang perempuan yang telah mempersiapkan kematiannya, sehari sebelum kelahirannya. Dengan cinta yang sangat banyak.

Sejak saat itu, kematian tak pernah sama lagi. Tak pernah aku anggap sebagai sebuah kabar takut. Atau sebuah kabar sesak penuh air mata. Melainkan sebuah kabar syukur. Kematian harus dirayakan.

Untuk itu aku tidak mau menangis, Mama.

Selamat merayakan kematian hari ini—dan kelahiranmu yang esok. Karena di sanalah kira-kira, aku belajar terlalu banyak cinta.


***

ditulis kemarin untuk mengenang Ruth Rumthe/Elwarin, 20 Maret 2014 - 20 Maret 2017, yang hari ini berulang tahun ke 69.

Monday, March 20, 2017

#berpuisibersamakekasih: Tidak Ada Yang Paling Benar Dalam Menulis Puisi (2)






Saya dan Weslly Johannes mendapat kesempatan untuk mengajak teman-teman di #Kanca, sebuah festival literasi dan kepenulisan yang diadakan oleh @writingtable di Jogjakarta.

Kami lalu mengajak teman-teman di kelas, bermain di satu dunia yang bernama: puisi. Dengan satu persyaratan: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi. Dengan beberapa eksperimen melalui: menyalin bebunyian, mendengarkan instrumen, meraba tekstur, menghirup aroma, dan melingkar kata di koran.

suasana di kelas: aga, salah satu peserta sedang membacakan puisinya ketika selesai merespon bebunyian

Ternyata kami mendapat kejutan! 

Diksi-diksi yang khas, frasa dan kalimat yang unik, juga metafora-metafora yang tidak umum bermunculan satu per satu. Semua orang punya modal yang cukup untuk menjadi penyair: pengalaman-pengalamannya tentang kebahagiaan dan kesedihan, juga tentang hal-hal yang kadang dianggap biasa. Bunyi, bau, tekstur adalah pintu-pintu lain yang jarang dimasuki untuk memahami dunia. Bunyi, bau, dan tekstur juga teman yang baik untuk didialogkan dengan pengalaman.

Fis Project (ferdy & is) yang membuka acara dengan lagu Cinta yang Menang


Dengan senang hati kami pun mengundang Fis Project (pasangan kekasih: Ferdy & Is) untuk memainkan dua lagu. Lagu pertama sebagai pembuka acara bermain kami, berjudul Cinta yang Menang dibawakan dengan sangat manis.

Selanjutnya Fis Project memainkan satu instrumen, yang kemudian direspon oleh peserta menjadi puisi. Puisi-puisi yang ditulis oleh peserta lumayan mengejutkan, bahkan ada yang mencipta puisi berjudul Merindu Jogja dari bunyi instrumen mereka. Terima kasih untuk dua kesayangan Ferdy & Is yang selalu seluas langit biru, merdu, dan hangat seperti matahari pagi. Doa terbaik untuk doa & nyali ya!

Terima kasih juga kepada teman-teman di kelas telah membantu kami untuk percaya dan akan terus menyelaminya. Selamat membaca, selamat menyalin bunyi, bau, dan tekstur menjadi teks-teks yang bermakna dan berumur panjang.

suasana sarapan bersama pagi itu: saya, windy, aan, weslly, trinzi, natalia, maesy, teddy & mad.




Terima kasih Windy Ariestanty dan Hanny Kusumawati yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bermain di #Kanca. Sampai bertemu lagi untuk bermain bersama di kesempatan selanjutnya.

salam hangat kami,

theo & weslly 




Saturday, March 18, 2017

#berpuisibersamakekasih: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi





Melalui beberapa eksperimen: bunyi, bau, dan tekstur, kami akan membawa teman-teman semua bermain ke satu dunia yang disebut 'puisi.' Tapi hanya satu persyaratan dalam permainan ini yaitu: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi. Jogjakarta, sampai bertemu! Minggu, 19 Maret 2017, di Greenhost Boutique Hotel. 

____

Lihat info lengkapnya di sini: writingtable.club 

Sunday, March 12, 2017

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe






Selamat datang di Senemu Coffee.

Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama.


Saya dan peserta menikmati sarapan bersama sambil sedikit mendengarkan cerita tentang latar belakang peserta. 


Suasana di kelas. Biasanya sebelum masuk ke materi yang sebenarnya, setiap peserta memulai dengan memperkenalkan dirinya masing-masing. Pada awal mereka bicara, biasanya saya menemukan kekurangan yang langsung akan kita perbaiki. Hari ini kita belajar tentang elemen bicara, elemen postur, menemukan pesan, dan performa ketika menyampaikan materi, supaya kita menawan ketika berbicara di depan umum. 

Jangan pernah bicara omong kosong. Pembicara yang baik dan menawan adalah mereka yang mau mempersiapkan diri. Semakin banyak latihan dan semakin banyak menemukan jam terbang akan membuat kita menjadi pembicara yang menawan. Dan jangan lupa senyum.  

belakang: khansa, ira, saya, dika, alfa, natalia. depan: ruri dan wenda

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di kelas dan mendengarkan, cerita-cerita yang berseliweran di udara yang bikin saling belajar, tawa yang riuh bahagia, dan puisi tentang Ibu yang dibacakan di akhir kelas oleh Putri Khansa, yang membuat mata saya berkaca-kaca. Hari ini ajaib sungguh. Saya selalu senang mengajar karena biasanya justru saya yang banyak belajar.


"Semua orang punya 'magic-nya' masing-masing. Jadilah penyihir yang menawan!"

Sampai jumpa di kelas Public Speaking selanjutnya bersama saya. 

*Untuk Ruri dan Natalia yang sudah hadir dan memotret pun terima kasih sekali. Dan Senemu Cafe untuk tempat yang menyenangkan. 

Saturday, March 4, 2017

Kelas Public Speaking: Seni untuk Menyihir Orang Lain












5 Alasan Kenapa Anda Harus Ikut Kelas Public Speaking bersama Saya:

1. belajar tentang apa itu 'seni untuk menyihir orang lain'

Sekilas, Anda mungkin merasa ngeri dengan tema yang diberikan untuk kelas public speaking kali ini. Tetapi ‘seni untuk menyihir orang lain’ adalah sebuah metafora yang ingin saya bagikan kepada teman-teman semua. Ketika berbicara di panggung kepada publik, Anda harus dapat menyihir. Dengan kata lain Anda adalah penyihir. Merujuk kepada kamus Merriam-Webster, kata witch adalah :  a charming or alluring. Jika diterjemahkan dengan bebas, maka kata Penyihir yang saya maksud adalah seseorang dengan kemampuan bicara yang sangat menarik. Bukan hanya menarik secara penampilan, tetapi juga menawan secara pemikiran dan kepribadian. Ada mantra dalam setiap perkataan Anda.

2. menemukan ide untuk bercerita dan bagaimana menceritakannya

Hampir setiap hari ide-ide berseliweran di hadapan Anda. Saking banyaknya ide-ide tersebut Anda menjadi bingung sendiri untuk memilih ide mana yang harus diceritakan. Saya sering bertemu dengan orang yang kebingungan dengan kata-katanya sendiri, ia akan berputar-putar, bingung, dan berakhir dengan menjadi orang yang membosankan. Anda pasti sering bertemu juga dengan orang yang seperti ini. Di kelas ini kita akan belajar menemukan ide untuk diceritakan, dan bagaimana Anda dapat menceritakan ide tersebut dengan menawan kepada pendengar Anda.

3. menemukan keyakinan bercerita

Jika tidak yakin dengan diri Anda atau pesan yang akan Anda sampaikan, maka Anda telah gagal menjadi seorang pembicara. Ada banyak faktor yang mempengaruhi rasa yakin di dalam cerita atau pesan yang akan disampaikan. Gestur, intonasi suara, cara berdiri, dan kontak mata adalah beberapa bagian kecil yang akan menimbulkan rasa yakin di dalam diri Anda.

4. memilih kata di dalam bicara Anda

Kata adalah peluru. Sebaiknya Anda memilih kata yang tepat ketika hendak bicara atau bercerita kepada pendengar Anda.

5. menjadi orang yang menawan, tajam, dan meyakinkan dalam berbicara

Latihan terus menerus akan membuat bicara di depan umum menjadi sempurna dari waktu ke waktu. Diharapkan dengan mengikuti kelas ini, Anda akan menguasai beberapa teknik bicara dalam waktu singkat sekaligus menambah kepercayaan diri Anda. Dan yang terpenting dari kelas ini adalah mengeluarkan kualitas terbaik dari diri Anda. Latihan yang akan saya terapkan adalah latihan yang tidak biasa, yang tidak dapat Anda temukan di kelas public speaking sekaliber artis sekalipun.

Sampai Jumpa di Kelas.


Thursday, March 2, 2017

Kelas Public Speaking bersama Theoresia Rumthe









Di kelas ini, kita akan belajar 'Seni Untuk Menyihir Orang Lain.' Peserta TERBATAS. Daftar yuk, kawan-kawan! Jangan lewatkan kelas santai dan menyenangkan ini ~ 

——

Theoresia Rumthe lahir di Ambon, 16 Oktober 1983. Saat ini, ia tinggal di Bandung, sempat aktif menjadi penyiar radio selama sembilan tahun di SKY 90,50 FM dan 101,1 MGT Radio. Ia menggagas kelas public speaking reguler-nya di Tobucil dan juga mengajar kelas public speaking di kampus-kampus di Bandung. 

Ia senang minum kopi dan membaca buku. Ia aktif mengelola dua blog berisi tulisan-tulisan kreatifnya di blog ini dan http://www.moluccaproject.com. Ia senang menulis puisi pada buku catatan kecilnya yang suka ia bawa di dalam totebag-nya. 

Buku kumpulan puisinya Tempat Paling Liar di Muka Bumi yang ditulis bersama Weslly Johannes diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada bulan September 2016. Kini cetakan kedua-nya dapat ditemukan di toko-toko buku kesayangan.

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...